Ujian nasional sudah Nampak di depan kita, utamanya para pendidik yang perlu segera mengantarkan para peserta didik yang hendak mengakhiri masa studi akademik pada satuan pendidikan masing-masing. UJIAN NASIONAL merupakan penilaian akhir oleh pemerintah sebagai pihak penanggung jawab sentral pendidikan nasional. Ujian nasional bagaimanapun penting dilakukan oleh pemerintah, karena secara politis pemerintah yang memiliki hak dan tanggung jawab sepenuhnya dalam penyelenggaraan system pendidikan nasional kita, membangun system pendidikan, mengembangkan mulai merencanakan, melaksanakan, mengorganisasikan, mengontrol  dan mengevaluasi pencapaian segala daya dan upaya yang sudah dilakukan secara terus menerus demi keberhasilan program pembangunan pendidikan nasional. Ujian nasional perlu dilaksanakan untuk mengetahui efektifitas system pendidikan nasional yang hasil dan dampaknya berguna bagi pemetaan semua komponen dalam system pendidikan termasuk hasil pencapaian pendidikan, yang berguna sebagai rujukan melakukan upaya-upaya tiondak lanjutnya.

Yang perlu dilakukan bagi kita para tenaga pendidik, yang berkecimpung di dalamnya adalah menyambut kebijakan apapun yang menjadi keputusan pemerintah yang membidangi pendidikan untuk menyukseskan program ini. Bagaimana menyukseskan program ini pada bidang kita masing-masing merupakan pemikiran-pemikiran yang harus kita wujudkan sesegera mungkin. Memang, ujian nasional bukanlah satu-satunya akhir sebuah proses pendidikan, tetapi sudah lazimnya sebuah proses pendidikan perlu diakhiri dengan pemerolehan capaian yang berupa hasil-hasil pendidikan, yang terukur dengan menggunakan instrument yang valid, yang hasilnya dapat tergambar secara kuantitatif atau kualitatif, yang menggmbarkan mutu lulusan pendidikan.

Menyiapkan dan menyambuat tahapan ini, maka setiap tenaga pendidik yang membidangi mata pelajaran perlu segera mempersiapkan diri untuk para peserta didik kita agar pada saatnya memiliki tingkat kesiapan yang memadai dalam menjalani ujiannya. Persiapan yang dimaksud dapat berupa pemberian remedial atau pengayaan terhadap materi-materi yang sudah diajarkan, utamanya yang disajikan dalam bentuk soal ujian atau masalah-masalah yang dimungkinkan akan dihadapi nanti pada saat ujian.

Membantu para guru mata pelajaran yang akan atau sedang melakukan pembinaan kepada para peserta didiknya, Badan Nasional Standar Pendidikan telah mengeluarkan Kisi-kisi Ujian Nasional tahun 2016 bagi semua jenjang pendidikan, yang dapat didownload pada tautan berikut:

KISI-KISI-UJIAN-NASIONAL-2016-SMP

Mencermati kisi-kisi ujian nasional tahun 2016, ada yang tidak biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal baru pada kisi-kisi ujian nasional tahun ini dibuat dengan muatan materi yang diperuntukkan bagi ujian nasional dua kurikulum, yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Materi-materi yang menjadi acuan pengembangan kisi-kisi adalah materi-materi yang mendukung kedua kurikulum, yang diistilahkan irisan kedua kurikulum.

Kebijakan ini dapat dipahami mengingat pengelolaan ujian nasional bukanlah masalah yang sederhana, sehingga untuk menghindari kompleksitas masalah yang mungkin terjadi, maka inilah kebijakan yang ternyata dikeluarkan oleh pemerintah.

Selain itu, hal baru pada kisi-kisi ujian nasional tahun ini, setiap mata pelajaran diklasifikasikan dalam beberapa klasifikasi, yang tentunya klasifikasi ini dapat memudahkan para tenaga pendidik dan para peserta didik dalam mengkategorikan soal-soal yang akan dihadapinya. Pada mapel matematika, ada tiga level materi yang diujikan, yaitu pemahaman konsep, penerapan konsep, dan penalaran.

Pemahaman konsep dalam matematika adalah satu tingkatan kompetensi aspek pengetahuan yang cenderung berfokus pada aspek-aspek kompetensi yang cukup mudah dan ringan. Seperti memahami yang termasuk contoh atau bukan contoh, pemahaman prinsip-prinsip terkait dengan konsep tertentu, mengkklasifikasikan sesuatu objek matematika pada suatu konsep tertentu, dst.

Penerapan konsep dalam matematika berupa soal-soal yang meminta peserta ujian mengerjakan atau menyelesaikan soal yang membutuhkan prosedur rutin dengan melibatkan konsep dan prinsip-prinsip tertentu. Biasanya penerapan konsep adalah sebuah prosedur penyelesaian soal yang menggunakan rumus tertentu tanpa banyak melibatkan banyak prinsip atau konsep yang kompleks.

Soal penalaran merupakan type soal yang pemecahannya membutuhkan tingkat analisis dan sintesis, yang mengharuskan kita menguraikan fakta-fakta pada soal dan meninjau keterkaitan antar fakta-antar konsep-antar prinsip untuk sampai pada jawaban akhir pemecahan soal. Soal type ini memiliki kompleksitas persoalan yang cukup tinggi, tidak mudah dipecahkan dalam arti tidak dapat dengan cepat dipecahkan atau didapatkan pemecahannya. Soal type ini membutuhkan penguasaan konsep, prinsip, dan prosedur serta pola-pola penalaran transduksi yang tinggi.

Dengan mengenal type-type soal ujian, maka akan lebih mudah dalam menentukan sikap dan mental siswa dalam mempersiapkannya dalam bentuk latihan-latihan atau ketika nanti menghadapi ujiannya.