Salah satu komponen pendukung pelaksanaan kurikulum adalah RPP. RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian esensial dari konsep kurikulum karena merupakan penjabaran riil dari proses-proses yang terjadi dalam pembelajaran sedemikian hingga peserta didik dapat mencapai tingkatan kompetensinya. RPP merupakan satu rumusan kurikulum operasional dalam kelas, yang perlu mendapat perhatian khusus guru yang melaksanakan pembelajaran. RPP merupakan Wujud nyata dari interpretasi terhadap semua konsep, prosedur tentang kurikulum dan segenap harapan-harapan yang dicita-citakan kurikulum.  RPP menggambarkan proses-proses interaksi peserta didik dengan guru, dengan sumber belajar dan dengan peserta didik lain dalam lingkungan belajar yang perlu diciptakan. RPP merupakan perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang memberikan gambaran tingkat kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran materi tertentu untuk mencapai kompetensi tertentu pula. Konsep-konsep RPP seperti itu perlu dipahami sebagai acuan menyusun, merancang, dan mencobakannya secara praktis dalam pembelajaran agar pembelajaran berjalan efektif.

Mendukung pelaksanaan pembelajaran pada implementasi K 13, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 tahun 2014 sudah mengamanatkan kepada semua pemangku kepentingan pembelajaan untuk memedomaninya. Hal esensial dalam Permen tersebut adalah sebuah pedoman pelaksanaan pembelajaran dalam aspek perencanaan dan pelaksanaannya. Dalam perencanaan, tentunya guru harus menyusun dalam bentuk RPP dengan struktur sebagaimana diatur di dalamnya. Aspek proses pembelajaran, menekankan pada penggunaan pendekatan Saintifik yang 5 M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Inormasi/Mencoba/Bereksperimen, Mengasosiai/Menalar/Mengelaborasi, Mengomunikasikan) dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan M yang keenam, yaitu Mengkreasikan/Mencipta.

Memenuhi aspek perencanaan pembelajaran, maka RPP menurut Permen tersebut disusun dengan struktur sebagai berikut:

  1. Indentitas RPP (Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Alokasi Waktu)
  2. Kompetensi Inti (KI) dari 3 ranah SIkap, Pengetahuan, dan Keterampilan.
  3. Kompetensi Dasar (KD) dari 3 ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  4. Indikator Pencapaian KD (IPK), yang dikembangkan berdasarkan KD-KD dari ke 3 ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  5. Materi pelajaran, yang perlu memuat materi untuk kegiatan pembelajaran reguler (Utama), dan materi untuk kegiatan pembelajaran remedial dan pengayaan.
  6. Kegiatan Pembelajaran, yang dijabarkan dalam pertemuan-pertemuan yang direncanakan dengan kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti, dan Kegiatan Akhir. Kegiatan inti memuat aktivitas-aktivitas 5 M yang mungkin disesuaikan dengan model pembelajaran yang dipilih sesuai karakteristik materi. Yang jelas 5 M bukanlah sintaks pembelajaran, tetapi modus-modus aktivitas belajar yang merupakan urutan logis pemerolehan pengetahuan ilmiah, yang mungkin sekali terjadinya modus-modus yang bersamaan terjadinya, termasuk pengulangan-pengulangannya. Contohnya: Mengamati 1 – menanya – mengamati 2- mengumpulkan informasi 1 – mengasosiasi 1- mengumpulkan informasi 2- mengasosiasi 2- mengomunikasikan 1 – mengomunikasikan 2.
  7. Penilaian dan Tindak Lanjut Penilaian. Penilaian memuat rancangan penilaian yang relevan dengan materi dan indikator pencapaian KD pada ketiga ranah kompetensi. Tindak lanjut penilaian memuat rancangan kegiatan pembelajaran untuk Remedial dan Pengayaan, yang perlu disusun secara konseptual dan prosedural dengan berbagai alternatif aktivitas yang relevan sesuai dengan kategori pencapaian ketuntasan hasil penilaian pengetahuan.
  8. Media/Alat, Bahan, dan Sumber belajar, yang memuat rincian mengenai media atau alat bantu pelajaran yang diperlukan dalam pembelajaran, bahan belajar yang relevan yang menyediakan obyek/benda/informasi yang bersifat tertentu (objek alamiah, objek adaptasi) dalam bentuk riil, model, atau format tertentu, yang mendukung proses pengumpulan, pengolahan informasi sebagai bahan acuan mengomunikasikan.
  9. Bagian Pengesahan (guru mapel dan kepala sekolah).

Memperjelas uraian singkat di atas, berikut contoh RPP yang belum sempurna, masih perlu dikritisi dan mendapat koreksi seperlunya. Mudah-mudahan sedikit memberikan gambaran nyata mengenai RPP menurut permendikbud 103 tahun 2014, dan dapat sebagai bahan acuan penyusunan RPP pertemuan untuk materi-materi lainnya. Utamanya bagi teman-teman guru sasaran yang dalam proses pendampingan K 13, berikut contoh RPP yang dapat didownload. Silahkan download CONTOH RPP KESEBANGUNAN.