Program pendampingan implementasi K13 tahun 2015 sudah berjalan. Apakah program ini penting bagi efektifitas implementasi K 13 di sekolah-sekolah? Seberapakah pentingnya program ini? Bagaimanakah program ini agar menjadi sesuatu hal yang penting? Ini pertanyaan-pertanyaan awal yang perlu diajukan sebagai acuan dalam sedikit uraian berikut.

Implementasi K 13 yang sudah berjalan sejak tahun pelajaran 2013/2014 bagi sekolah-sekolah sasaran terbatas hingga kini sudah memasuki tahun ke tiga. Ini berarti bagi peserta didik yang belajar sejak tahun pelajaran itu, khususnya pada jenjang SMP sudah menjalani belajar dengan K 13 selama 3 tahun berjalan. Dalam perjalanan implementasi tersebut, semenjak konsep dan prosedur awal dilaunching telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang ada tentunya untuk penyempurnaan bagaimana implementasi K 13 yang praktis, yang efektif, dan tetap memenuhi tuntutan dan harapan kurikulum.

Berbagai kebijakan telah diberlakukan semenjak Permendikbud tahun 2013 dan berubah lagi pada tahun 2014. Ini suatu bentuk dinamisasi awal dalam upaya uji pengembangan untuk mendapatkan pola implementasi yang praktis dan efektif. Perubahan-perubahan itu antara lain pada Permendikbud No. 65 tahun 2013  tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang kemudian ditetapkan berikutnya Permendikbud No. 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran, yang muatannya adalah Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada aspek penilaian, Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang kemudian ditetapkan Permendikbud no. 104 tahun 2014 tentang Penilaian, yang berisi pedoman pelaksanaan penilaian pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Inilah esensi dari  suatu dokumen kurikulum yang hidup, tumbuh dan berkembang, sepanjang tidak ada konsep dan ketentuan yang bertentangan, konsep dan prosedur dalam Permen-permen itu tetap diberlakukan.

Tuntutan dalam perubahan peraturan tentunya harus diikuti dengan perubahan dalam implementasi. Sebagai sebuah proses, maka praktik-praktik pembelajaran yang menerapkan K 13 adalah sebuah proses belajar, pengalaman belajar, yang semakin lama-semakin mantap, semakin baik, sepanjang dilaksanakan secara konsisten berdasarkan interpretasi guru yang proporsional. Sebagai sebuah disseminasi hasil pengembangan kurikulum, praktik pembelajaran bisa merupakan uji pengembangan yang tentunya perlu diobervasi, dievaluasi, dan direvisi untuk mendapatkan praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran K 13.

Program pendampingan sangat penting dalam hal ini, yakni mengetahui seperti apakah praktik pembelakaran K 13 selama ini, bagaimanakah kelebihan dan kekurangan rancangan-rancangan pembelajaran yang dibuat guru, bagaimanakah kelebihan dan kekurangan praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan guru di kelas, Bagaimanakah rancangan penilaian guru yang akan digunakan untuk menilai capaian kompetensi peserta didik, bagaimanakah implementasi penilaian kompetensi siswa yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab melalui kegiatan pendampingan Implemenasi K 13. Untuk mendapatkan gambaran semua hal di atas, maka kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam tahapan In dan On. Lebih khusus bagaimana mendapatkan data tentang semua hal tersebut, maka seorang pendamping perlu memanfaatkan instrumen pendampingan, yang berupa format-format :

  1. Format telaah RPP dan penilaiannya.
  2. Format observasi pembelajaran
  3. Format rekap capaian guru sasaran (deskkripsi capaian)

Kedua format pertama sebagai alat pengumpul data bagi para pendamping untuk melihat bagaimanakah capaian-capaian produk rancangan pembelajaran dan produk proses pembelajaran. Data yang dikumpulkan sebagai bahan pelaporan, yakni berupa deskripsi faktual produk-produk pada setiap tahapan In dan On, deskripsi kelebihan-kelebihan, dan kekurangannya, serta saran-saran perbaikan yang perlu dilakukan untuk menyempurnakan hingga diperoleh produk akhir baik yang bersifat desain pembelajaran atau praktik pembelajaran yang baik. Produk-produk rancangan dan proses yang dihasilkan lebih lanjut perlu didiseminasikan guru yang bersangkutan (guru sasaran) pada kelas-kelas lainnya dan untuk materi-materi lainnya, serta kepada sesama guru mata pelajaran sejenis.

Untuk teman-teman para pendamping dari TPK unsur Guru Mapel, berikut kami lampirkan format-format instrumen pendampingan K 13, dan model laporannya yang harus  disusun masing-masing secara kualitatif. Silahkan didownload pada lampiran berikut.

FORM REKAP LAPORAN GP MAPEL

LEMBAR Telaah RPP

LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN

FORM DH GS TIAP KELP GS

Pendampingan IN dan ON_2015

Laporan tiap guru pendamping dibuat berdasarkan hasil-hasil telaah RPP dan rancangan penilaian, hasil-hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran  dan penilaian, dan rekap-rekap perkembangan capaian tiap guru sasaran pada semua tahapan In, On 1, dan On 2 atas semua produk yang dihasilkan dari rancangan dan proses pembelajaran dan pelaksanaan penilaian dalam bentuk hard copy dan soft copy.

Laporan dibuat masing-masing pendamping dan dikumpulkan pada koordinator untuk dikompilasi sebagai laporan tunggal proses pendampingan seluruh mapel dan kelompok guru sasaran lainnya, sebagai pelengkap laporan manajemen induk klaster.

Untuk kesamaan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan In dan On oleh Tim B, berikut dilampirkan jadwal pelaksanaannya pada lampiran berikut, silahkan download di bawah ini.

FORM REKAP LAPORAN GP MAPEL

JADWAL IN – ON BLC

JADWAL IN – ON LBK & BGR

STRUKTUR PROGRAM IN 2 HARI

Mudah-mudahan bisa menjadi bahan acuan bagi teman-teman TPK dalam penyelesaian tugas-tugas pendampingan dan pelaporannya.