Pendampingan implementasi kurikulum 2013 sebagaimana dilaksanakan pada tahun 2013 juga dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Program ini merupakan tindak lanjut workshop/pelatihan kurikulum 2013 pada beberapa bulan lalu. Implementasi kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 diberlakukan bagi semua sekolah, khususnya jenjang SMP pada tingktan kelas 7 dan 8. Sebagai sebuah upaya pengembangan, pada tahap-tahap awal ini masih banyak perubahan-perubahan penyempurnaan atas konsep dan prosedur yang sebelumnya sudah dilaunching, dilatihkan, dan dilaksanakan pada masing-masing kelas mata pelajaran. Untuk mengetahui seperti apa dampak pelatihan pada praktek pembelajaran yang menggunakan kurikuum 2013, maka monitoring dan evaluasi yang dikemas dalam program pendampingan implementasi kurikulum 2013 ini perlu dilakukan untuk penyempurnaanya.

Program ini dilaksanakan oleh Tim Pendampingan yang terdiri dari 10 orang guru mata pelajaran termasuk guru BK dalam satuu tim. Secara teknis pendampingan dilaksanakan dengan tahapan-tahapan: pembekalan ulang atau refreshhing terhadap wawasan, pengetahuan, dan pemahaman guru sasaran, dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran dan penilaian, termasuk media atau alat peraganya, dan akhirnya pendampingan pada praktek pembelajaran di kelas melalui observasi langsung. Observasi dilaksanakn untuk mendapatkan informasi  keterlaksanaan implementasi kurikulum 2013.

Untuk itu, agar pelaksanaan pendampingan oleh satu tim terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, nyaman, tuntas, tidak terburu-buru, maka perlu pengaturan khusus. Berikut adalah pengaturan pelaksanaan program pendampingan, khususnya pada tahap Onservice 1 bagi Tim 2 Pendamping Kabupaten Pangkep. Melengkapi  program tersebut, Instrumen pendampingan juga disertakan pada link berikut.

  1. Pengaturan dan jadawal pendampingan Onservice 1 Tim 2: PENGATURAN JADWAL PENDAMPINGAN TIM2
  2. Instrumen Pendampingan Onservice : Instrumen Pendampingan 2014
  3. Format Biodata  Guru yang didampingi : BIODATA
  4. Daftar Pembagian Kluster SMP Kabupaten Pangkep : Data Cluster Pangkep OK
  5. Daftar Hadir Guru Peserta Pendampingan : DAFTAR HADIR GURU SASARAN
  6. Daftar Nama anggota Tim Pendamping (Tim 2) : DAFTAR NAMA TIM 2
  7. Program In Service 2 dan on Service 2 (Tim 2) : IN-ON SERVICE 2 TIM 2 (Jadwal dan Struktur Kegiatan)
  8. Contoh Form Penilaian Sikap (Teknik Observasi):

Kepada teman-teman anggota tim 2 silahkan download file-file di atas untuk memfasilitasi teman-teman guru di kelompok mata pelajaran  masing-masing. Setiap tim mapel menyiapkan form biodata bagi gurunya, termasuk instumen bagi tim mapelnya.

PELAPORAN HASIL PROGRAM PENDAMPINGAN

Sebagai bukti program pendampingan terlaksana bagi guru-guru sasaran dan oleh para anggota tim pendamping, maka setiap anggota tim pendamping harus menyusun laporan hasil pendampingannya. Laporan dalam dua klasifikasi laporan, yaitu offline dan online. Laporan offline dikerjakan sebagaimana biasanya laporan dibuat secara tertulis beserta data pendukungnya sebagai lampiran-lampiran. Laporan online berupa dokumen laporan yang bersifat softcopy beserta lampiran-lampirannya yang dikirimkan secara online.

CONTOH laporan-pendampingan 2013

Memudahkan pelaksanaan perekaman data authentik pada guru sasaran, berikut kami lampirkan format Instrumen dalam aplikasi Excel, yang dapat digunakan secara langsung pada saat observasi pandampingan. Selain itu memudahkan dalam penyusunan laporan offline dan online.

 

INSTRUMEN PENDAMPINGAN 2014 (Format Excel .xlsx)

DAFTAR HADIR PENDAMPINGAN IN-ON TIM 2 (revisi)

 

TENTANG PENILAIAN SIKAP

Melengkapi instrumen penilaian sikap, berikut contoh hasil rancangan instrumen penilaian sikap yang dilakukan dengan teknik Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman dan Penilaian Jurnal.

 

Semua instrumen penilaian sikap dirancang dengan pemikiran bahwa penilaian sikap merupakan upaya menentukan kualitas atas perilaku tertentu yang menunjukkan sikap tertentu setelah melalui proses pengamatan dalam kurun waktu tertentu.

Penilaian sikap teknik observasi dilakukan guru setelah melalui proses pengamatan selama kurun waktu tertentu, misalnya setelah 4 kali mengamati sikap tertentu yang didukung dengan butir-butir amatan perilaku pendukungnya, maka barulah guru memutuskan nilai sikap seorang siswa berdasarkan konsistensi penampilan sikap yang diamati tersebut.

Sementara penilaian sikap teknik lainnya, yaitu penilaian antar teman, penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik, dilakukan sebagai upaya adanya penilaian yang berfungsi sebagai cek dan recek atas penilaian yang diakukan oleh guru. Penilaian ini dilakukan tidak sesering yang dilakukan guru dengan teknik observasi, melainkan minimal satu kali dalam satu periode pembelajaran satu KD atau satu Bab.

Sementara Jurnal merupakan catatan kejadian luar biasa yang harus selalu dibawa dan digunakan guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran, yang digunakan tanpa memandang kategori sikap apapun yang ditunjukkan luar biasa itu oleh siswa. Tugas guru mencatat dengan segera secara kualitatif kejadian luar biasa yang dilakukan/ditunjukkan siswa dan kemudian guru melakukan klasifikasi atas catatan pada jurnal itu masuk dalam kategori sikap tertentu yang relevan. Bagaimana dengan siswa yang tidak tercatat dalam jurnal, artinya siswa yang sikap/perilakunya tidak luar biasa? Tentunya untuk siswa-siswa yang demikian dapat dikategorikan dalam kualitas normal/standar saja.

Penggunaan teknik penilaian yang banyaknya dimungkinkan maksimum 4 cara tersebut tidaklah harus kesemuanya digunakan untuk penilaian suatu sikap tertentu, melainkan minimal dua teknik. Namun demikian kombinasi penggunaan teknik penilaian apapun tetap diberlakukan bagi penilaian kesemua sikap yang perlu dinilai. Sehingga formula perolehan nilai sikap tertentu diperoleh dengan menghitung perolehan semuanya dengan perbandingan bobot nilai teknik observasi adalah 2 dan bobot teknik lainnya adalah 1. Hasil penilaian setiap sikap yang melibatkan teknik-teknik beragam menghasilkan nilai sikap tertentu dengan predikat tertentu. Nilai akhir sikap siswa atau semua sikap ditentukan berdasarkan kecenderungan (modus) perolehan predikat atas sikap-sikap yang dinilai. Dengan demikian perhitungan kuantitatif dilakukan sampai tahap perolehan nilai sikap tertentu dalam angka 1-4 atau predikatnya.

Apakah semua jenis sikap perlu dilakukan penilaiannya pada pembelajaran semua KD atau semua Bab? Tentunya kita berpikir bahwa pembelajaran sikap adalah pembelajaran yang tidak langsung, yaitu sebagai dampak pengiring akibat pengondisian proses-proses pembelajaran yang direkayasa guru. Yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkannya dan bukan menilainya. Namun demikian menilai masih tetap menjadi hal penting karena untuk mengetahuai pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, kesemua jenis sikap perlu dilakukan penilaiannya selama dalam kurun waktu satu semester, namun pelaksanaannya diserahkan guru bagaimana teknis pembagian pelaksanaannya sesuai  distribusi KD/Bab Materi termasuk distribusi teknik-teknik yang perlu digunakan dalam penilaian sikap tertentu.

Berikut contoh pemetaan rencana pelaksanaan penilaian sikap pada mapel Matematika kelas VIII:

PEMETAAN TEKNIK PENILAIAN SIKAP