Konsep Program Bermutu (Better Education through Reformed Management dan Universal Teacher Upgrading) dikembangkan untuk menjadi model bagi pengembangan sumber daya pendidik dalam upaya peningkatan kompetensi dan kinerjanya dalam wadah MGMP sebagai basis kegiatan. Sebuah pemodelan yang baik dan patut dikembangkan lebih lanjut pada setiap MGMP atau kelompok kerja guru lainnya yang menjadi mitra Program Bermutu. Namun demikian, melihat perubahan dan perkembangan konsep dan implementasi model kegiatan sepanjang program (3 tahun), mulai tahun pertama 2009/2010, tahun kedua 2010/2011, dan tahun ketiga 2011/2012 maka tidak bisa kita memaknai secara parsial dari tahun demi tahun, melainkan perlu pemahaman secara komprehensif dari perjalanan pelaksanaan program pada ketiga tahun tersebut.

Memang yang memberatkan bagi peserta adalah kewajiban pemenuhan tagihan belajar peserta (produk belajar peserta) sebagaimana ketentuan-ketentuan yang berubah-ubah dari tahun ke tahun. Ketika tuntutan tagihan belajar bagi peserta dirasakan sulit dan berat, maka tagihan yang dapat dikumpulkan peserta cenderung kurang. Beratnya pemenuhan tagihan tersebut dirasakan berat bagi peserta hingga tahun kedua. Salah satu yang membuat peserta merasa berat adalah kewajiban guru melakukan dan melaporkan penelitian tindakan kelas (PTK). Pada tahun ketiga, kewajiban pemenuhan tagihan peserta sudah terpetakan dengan baik, yakni tagihan kelompok kerja dan tagihan individu yang sudah dipisahkan. Pemisahan ini cukup memberikan efek ringan bagi peserta, walaupun sesungguhnya bahwa banyak tagihan kjelompok kerja yang harus dipenuhi secara kolektif oleh seluruh peserta kegiatan.

Perjalanan pelaksanaan kegiatan selama 3 tahun ajaran tersebut cukup memberikan pengalaman berharga bagi pengelola (pengurus MGMP) dan peserta bagaimana melakukan kegiatan MGMP, agar dapatnya mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu terbangunnya pola pikir dan kebiasaan belajar untuk terus meningkatkan kompetensi profesional secara kolektif atau mandiri.

Tahun ketiga menjadi peserta kegiatan workshop Program Bermutu pada MGMP Matematika SMP Wilayah II Pangkep merupakan tahun terakhir menjadi mitra Program Bermutu. Tahun ketiga dengan peserta sebanyak 18 orang termasuk pengurus MGMP merupakan tahun kegiatan yang saya rasakan cukup efektif dalam membangun kebersamaan dan komitmen untuk menyukseskan kegiatan. Kesediaan bergabungnya para peserta senior cukup memberikan semangat kepada semua peserta lainnya untuk konsisten dengan tugas-tugas belajar yang menjadi tuntutan program Bermutu tahun ketiga. Keterlambatan pemenuhan tugas menjadi warna yang masih sulit dihilangkan, tetapi komitmen untuk pemenuhannya masih tergambar hingga saat ini.

Berikut adalah gambaran proses dan hasil kegiatan yang saya capai selama kegiatan workshop yang saya ikuti di MGMP Matematika Wilayah II Pangkep. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman peserta Program Bermutu pada Kelompok Kerja lainnya.

JURNAL BELAJAR

  1. Nama Peserta             : Drs. Trisdyanto, M.Pd.
  2. Kelompok Kerja           : MGMP Matematika Wilayah II Pangkep

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/OnserviceSesi ke 1, Tanggal : 27 Desember 2011“Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan Implementasinya dalam Konteks BERMUTU”

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Mendapatkan informasi menarik dan bermakna mengenai beberapa hal pokok, yaitu : (1) Esensi DBL bagi MGMP, (2) perlunya MGMP dalam praktik pembelajaran, (3) Tantangan pembelajaran masa kini dan mendatang, (4) Pembelajaran berbasis Kompetensi emosional dan  (5) Bagaimana membangun  karakter peserta didik.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Menyampaikan kepada rekan kerja di sekolah melalui kesempatan informal, bahwa MGMP penting bagi pengembangan profesional guru secara kolektif, kompetensi emosional penting untuk dikaji dan diintegrasikan dalam konteks pembelajaran kelas, mengajak dalam kesempatan informal dan dalam proses interaksi sehari-hari untuk senantiasa menegakkan pembiasaan yang baik bagi anak-anak melalui keteladanan.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Audiensi berlangsung satu arah, lebih banyak bersifat pengarahan dan sambutan, sehingga tidak ada kesempatan membangun interaktif dengan narasumber.

4.

Solusi permasalahan. Melengkapi informasi dan pemahaman mengenai materi, perlu lebih lanjut mencari informasi dan mengkaji melalui berbagai media informasi dan sumber belajar guru.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/OnserviceSesi ke 2, Tanggal : 27 Desember 2011TNA (Trainning Needs Assesment) sebagai Basis dan Orientasi Program Bermutu

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Mendapatkan informasi mengenai seputar program Bermutu Tahun ke 3 (tiga), bahwa untuk belajar pengetahuan tertentu perlu dibangun dari kesadaran dan refleksi diri mengenai kebutuhan belajar berdasar kompetensi yang kita miliki. Selain itu, memperoleh informasi mengenai kejelasan pemetaan tagihan bagi kelompok kerja dan tagihan individu yang harus dipenuhi oleh peserta kegiatan. Tagihan bermtu tahun ke 3 (tiga) cukup bagus dan tidak memberatkan peserta.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Berbagi pemahaman kepada sesama guru yang diutus mengikuti kegiatan MGMP program Bermutu pada mata pelajaran lainnya, sehingga sama diperoleh kesepahaman dan komitmen bersama untuk belajar pada program Bermutu dan juga dapat memenuhi tagihan

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran TNA yang kita isi berdasarkan refleksi pribadi masing-masing peserta, yang kondisinya beragam dan berbeda tingkat kebutuhannya, sehingga untuk mendapatkan masukan atau bahan analisis TNA tetap berdasarkan perkiraan saja.

4.

Solusi permasalahan. Terus melakukan refleksi diri untuk mengoleksi kebutuhan belajar masing-masing dan menindaklanjutinya dengan belajar mandiri apabila pada kesempatan kegiatan MGMP tidak sempat mendapatkan porsi waktu yang cukup.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/OnserviceSesi ke 3, Tanggal : 27 Desember 2011“Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus) dalam Ranah Pendidikan Karakter Peserta Didik”

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Silabus sebagai perangkat pembelajaran yang disusun harus memenuhi standar proses sebagaimana Permendiknas RI NO. 41 tahun 2007. Selain itu, untuk mengikuti perkembangan kebijakan pengembangan pendidikan secara nasional, yang berusaha membumikan pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik, maka perlu pengintegrasian konsep tersebut dalam pembelajaran mulai dari perancangan perangkat kurikulum, termasuk Silabus.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Diseminasi dan implementasi akan dilakukan dengan mendiskusikan dengan sesama teman seprofesi dalam lingkup sekolah. Dan untuk implementasi, dilakukan dengan menyempurnakan perangkat pembelajaran Silabus dengan melengkapkan komponen rumusan Karakter peserta didik yang perlu dicapai dan merumuskan lebih lanjut pada rancangan kegiatan pembelajaran.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Belum semua guru memiliki pemahaman dan ketrampilan sepenuhnya dalam merancang Silabus, muncul konsep baru lagi yang harus mengintegrasikan karakters peserta didik sekaitan dengan materi pelajaran, cukup membuat guru harus berpikir keras. Namun demikian, hasilnyapun masih belum optimal.

4.

Solusi permasalahan. Terus berusaha menambah dan mencari informasi tentang bagaimana memformulasikan silabus yang baik dan benar sesuai kaidah atau pedoman-pedoman yang ada, dan daat dijadikan pedoman pembelajaran yang praktis, valid, dan efektif.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/OnserviceSesi ke 4, Tanggal : 27 Desember 2011“Pengembangan Perangkat Pembelajaran (RPP) dalam Ranah Pendidikan Karakter Peserta Didik”

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai konsep RPP yang mengintegrasikan penanaman karakter peserta didik. Bahwa “RPP berkarakter” adalah RPP yang memformulasikan konsep dan prosedur pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam ranah yang lebih utuh, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor dalam porsi yang seimbang. Sehinga rumusan-rumusannya harus jelas dan lengkap baik dalam rumusan tujuan pembelajaran maupun dalam penjabaran kegiatan pembelajaran dalam langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, yang harus memenuhi  eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yang mampu menumbuhkan karakter positif bagi peserta didik.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Berbagi dengan teman seprofesi dalam lingkup kerja dalam kesempatan informal atau formal, berbagi informasi dan model, serta hasil-hasil perancangan RPP sehingga akan mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan pemahan dan rancangan sendiri.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Model rancangan RPP berkarakter yang diperlihatkan cukup baik, karena memanfaatkan berbagai sumber belajar dan konteks untuk membangun karakter peserta didik. Tetapi untuk memformulasikan seperti model yang diberikan, tidak semudah dilakukan bagi setiap pelajaran.

4.

Solusi permasalahan. Terus mencari model-model dan sumber belajar yang memadai agar mampu menghasilkan rancangan RPP berkarakter yang valid, praktis, dan efektif.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 1, Tanggal : 28 Desember 2011Penilaian Kinerja Guru (PKG)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Penilaian kinerja guru merupakan satu konsep yang apabila dilaksanakan sepenuhnya akan mampu mendorong dan memotivasi guru-guru agar mampu merefleksi dirinya untuk dapat berkembang lebih baik.Penilaian kinerja guru yang konsisten dilaksanakan oleh yang berwenang akan dapat meningkatkan kinerja guru secara nyata, karena guru memperoleh informasi kompetensi dirinya, yang dapat digunakan secara acuan membangun kesadaran dan kompetensi lebih lanjut.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengajak teman sejawat dalam lingkup kerja untuk memahami konsep PKG dan uraian-uraian pada komponen-komponen PKG. Pemahaman terhadap konsep PKG akan menjadi bahan refleksi diri secara dini untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental memasuki era PKG.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Tidak ada permasalahan dan kesulitan yang berarti dalam mengikuti pemaparan materi, karena konsepnya jelas, alurnya juga jelas, tetapi yang belum jelas adalah kesiapan pelaksanaan PKG untuk memenuhi berlakunya Permengpan & RB No. 16 tahun 2009, dimana diperlukan perangkat dan personil yang tidak sederhana.

4.

Solusi permasalahan. Bagi guru, yang penting adalah berusaha terus memahami konsep dan prosedur PKG, sehingga pada saatnya diberlakukan guru mampu mengikuti proses penilaian dengan baik dan lancar.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 2, Tanggal : 29 Desember 2011Simulasi Penilaian Kinerja Guru

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Pengalaman mengamati model pelaksanaan pembelajaran sebagai objek pengamatan kinerja guru dan melakukan skoring, serta menganalisis dan mengolah lebih lanjut sehingga diperoleh ukuran kinerja guru.Pengalaman menggunakan intrumen pengamatan dan penilaian yang ternyata tidak mudah menjadi pengamat untuk menghasilkan informasi amatan yang obyektif.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Menyampaikan kepada teman sejawat dalam lingkup kerja bahwa guru perlu terus berusaha memahami komponen-komponen PKG dan terus berusaha menyempurnakan diri sebagai guru profesional agar layak mendapatkan penilaian yang minimal dalam kategori baik.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Belum semua instrumen sempat digunakan sebagai bahan latihan atau simulasi penilaian kinerja guru hingga menghasilkan angka skoring, melainkan banyak yang masih belajar dengan asumsi-asumsi tertentu.

4.

Solusi permasalahan. Terus mengkaji dan memahami komponen-komponen PKG yang masing-masing didukung dengan instrumen yang berbeda, sehingga dapat melengkapi secara dini pengetahuan dan pengalaman tentang PKG.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 3, Tanggal : 30 Desember 2011Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Mendapatkan informasi pentingnya PKB bagi guru, yaitu terus menerus meningkatkan kompetensi profesional, yang penekanannya adalah pada bidang tugas masing-masing melalui kegiatan-kegiatan pengayaan pengetahuan, ketrampilan  guru yang erat kaitannya upaya menghasilkan karya tulis ilmiah, seperti penelitian, menyusun bahan ajar berupa modul, LKS, hand out, buku, panduan guru, artikel ilmiah, dll.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengajak teman-teman guru sejawat untuk mencoba melakukan kegiatan-kegiatan PKB secara dini, karena sesungguhnya belajar melakukan kegiatan PKB tidak mudah dilakukan guru karena perlu belajar sedikit-demi sedikit, dan perlu kesungguhan, komitmen yang tinggi, dan konsistensi.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Tidak semua kategori PKB yang perlu atau bisa dilakukan guru mendapatkan pembahasan secara rinci, hanya sebatas garis besarnya saja, sehingga masih perlu banyak membaca dari berbagai sumber untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai masing-masing kategori PKB yang bisa dilakukan dan menjadi pilihan guru.

4.

Solusi permasalahan. Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai masing-masing kategori karya ilmiah yang memenuhi ketentuan PKB, sehingga secara teknis kita mampu melakukannya dengan baik.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 4, Tanggal : 31 Desember 2011Program Induksi Guru Pemula (PIGP)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Program Induksi Guru Pemula merupakan program yang baik dan perlu dilaksanakan secara konsisten, karena akan menghasilkan guru-guru baru yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap situasi kerja yang baru dijalaninya, dan dapat meningatkan kompetensi kompetensinya sebagai guru baru yang tetap harus memenuhi ukuran kinerja tertentu.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Membangun komunikasi yang baik dengan guru-guru pemula yang ada, walaupun program induksi belum diterapkan, agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan lebih baik, dan memperbaiki keadaan sekolah menjadi lebih baik.  

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Program Induksi baru sebatas konsep yang masih perlu penjabaran dan pengaturan teknis, yang membutuhkan perangkat keras dan lunak sistemik. Namun demikian belum ada gambaran yang jelas dan pasti, sehingga guru senior pun belum bisa mendapatkan gambaran yang utuh pelaksanaan PIGP.

4.

Solusi permasalahan. Terus mengupdatei informasi mengenai PIGP dari berbagai sumber, utamanya adalah dari jajaran Kemdikbud tingkat pusat dan daerah.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  5, Sesi ke 1, Tanggal : 12 Januari 2012Penyusunan Proposal PTK

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Membangun pemahaman dan ketrampilan bagaimana menyusun proposal Penelitian tindakan Kelas, dengan tahapan-tahapan yang jelas, yaitu mulai pra proposal PTK, yang kegiatannya adalah mengidentifikasi masalah, dan baru menyusun proposal.Penyusunan proposal dilakukan berdasarkan draft pra Proposal PTK dijabarkan lebih lanjut dengan format proposal, bagian pendahuluan dimulai latar belakang, masalah penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah. Bagian kedua melakukan kajian pustaka untuk menghasilkan konsep operasional sebagai dasar melaksanakan pengukuran variabel yang diteliti. Bagian ketiga menyusun metode penelitian atau pelaksanaan penelitian dengan rancangan PTK.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Melanjutkan penyusunan proposal PTK berdasarkan draft proposal yang sudah diselesaikan dengan mengolah hasil identifikasi masalah. Melengkapi kajian pustaka dengan berdasar pada sumber-sumber yang relevan, dan merancang pelaksanaan penelitian, hingga menjadi proposal.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Tidak ada kendala dan masalah yang berarti, namu demikian proses belajar belum tuntas pada kesempatan pertemuan yang ada. Kegiatan penyusuan proposal membutuhkan waktu yang tidak sedikit, memerlukan konsentrasi dan beberapa rujukan yang memadai, sehingga pada kesempatan tsb. Belum diperoleh rancangan proposal yang diharapkan menjadi bahan diskusi.

4.

Solusi permasalahan. Menuntaskan penyusunan proposal di rumah secara mandiri sambil mencari sumber-sumber rujukan yang relevan.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 5, Sesi ke 2,, Tanggal : 12 Januari 2012Kajian Materi Matematika (Bagaimana Agar siswa Tidak Bosan Matematika)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Pengalaman menarik bagi guru yang perlu dikembangkan lebih lanjut pada setiap kesempatan pembelajaran adalah menyiapkan kegiatan siswa yang menarik perhatian siswa dengan menggunakan konsep matematika dan mengandung unsur rekreasi.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengoleksi dan Mengidentifikasi matematika  rekreasi dari sumber-sumber yang relevan, dan mencoba menerapkan sebagai penambah semangat belajar matematika ssiwa di kelas.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Kesempatan terbatas untuk menggali informasi dan berdiskusi/melakukan simulasi matematika rekreasi, karena tidak menyediakan sumber-sumber yang memadai.

4.

Solusi permasalahan. Guru mencari sumber-sumber matematika rekreasi dari berbagai sumber, baik media buku, media cetak, atau media jejaring internet baik dari dalam maupun dari luar negeri.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 6 , Tanggal : 19 Januari 2012Model, pendekatan, metode, strategi pembelajaran matematika (Konsep dan Implementasinya)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Bahwa istilah-istilah dalam metodologi pembelajaran perlu dipahami dengan baik agar benang merah satu dengan lainnya dapat dilihat dengan jelas. Kejelasan makna setiap istilah akan mempengaruhi praktik penggunaannya dalam pembelajaran, yakni menciptakan situasi yang mendukung terlaksananya penggunaan metodologi yang dipilih.Bahwa dalam setiap pembelajaran perlu ada pemkiran tentang model pembelajaran yang akan dilaksanakan, pendekatan pembelajaran yang digunakan, metode  pembelajaran yang dipilih, strategi pembelajaran yang jitu, teknik-teknik pembelajaran yang spesifik agar pembelajaran berjalan efektif.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mendiskusikan dengan teman sejawat dalam kesempatan informal dan mengkaji untuk menetapkan metodologi yang tepat dalam perancangan perangkat pembelajaran.Menelaah dan merevisi rancangan perangkat pembelajaran yang ada dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta didik dan materi pelajaran.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Praktik simulasi pembelajaran yang diharapkan tidak sempat terlaksana karena keterbatasan waktu, jadi belum dapat mengkaji semua metodologi yang ada dengan tuntas.

4.

Solusi permasalahan. Terus mengkaji konsep pembelajaran dari berbagai sumber yang ada, untuk menambah dan memperbaiki pemahaman yang sudah dicapai selama ini.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  7, Sesi ke 1, Tanggal : 26 Januari 2012Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Praktik langsung menyusun rancangan perangkat pembelajaran, seperti Silabus dan RPP, mendiskusikan hasil perancangan secara bergantian untuk mendapatkan format dan model rancangan yang lebih valid, praktis, dan efektif.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Menyusun rancangan silabus dan RPP lebih lanjut, menyempurnakan rancangan yang sudah ada.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Banyak ragam format silabus dan RPP yang digunakan di kalangan guru-guru, sehingga tidak mendapatkan kepastian rancangan yang baku.

4.

Solusi permasalahan. Tetap mengacu kepada standar proses, walaupun menggunakan format atau model penjabaran rancangan yang beragam.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 7,Sesi ke 2 , Tanggal : 26 Januari 2012Kajian Materi Matematika (Pengelolaan Kelas Matematika)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Berbagi pengalaman tentang bagaimana mengelola pembelajaran yang efektif. Pengelolaan pembelajaran yang efektif membutuhkan pengalaman dan teknik yang sesuai kondisi, tidak dapat dibakukan, karena karkateristik peserta didik dan materi pelajaran satu dengan lain berbeda.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Berbagi pengalaman dengan teman sejawat mengenai bagaimana membangun pengalaman belajar yang baik sehingga kelas menjadi kelas yang efektif, siswanya rajin belajar, produktif, tidak mengalami penyimpangan perilaku.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Setiap sekolah dan guru memiliki karakteristik yang berbeda satud dengan lainnya, begitu pula materi pelajaran, sehingga keragaman pengalaman guru tersebut tidak sepenuhnya bisa diadopsi secara mentah-mentah.

4.

Solusi permasalahan. Terus belajar dari pengalaman yang baik atau tidak baik, yang berhasil atau yang gagal, baik secara mandiri atau dengan teman sejawat.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 8, Sesi ke 1, Tanggal : 2 Februari 2012Penilaian dan Tindak Lanjut

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Melakukan refreshing mengenai pemahaman kita tentang penilaian sebagai bagian tak terpisahkan dalam kurikulum pembelajaran. Bahwa untuk mendapatkan hasil penilaian yang obyektif, yakni mampu menggambarkan fakta yang ada, maka diperlukan rancangan perangkat penilaian yang baik sesuai kaidah-kaidah yang ada. Tindak lanjut penilaian sangat penting dilakukan guru karena sebagai bukti upaya nyata guru dalam membina peserta didik untuk mencapai kompetensi yang semestinya.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Meninjau, merevisi, dan atau merancang kembali perangkat penilaian yang ada sehingga guru memiliki seperangkat penilaian yang siap digunakan kapan saja.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Penjabaran KD ke dalam indikator belum optimal, masih ada indikatoir-indikator yang kurang relevan atau indikator terlalu minim.  

4.

Solusi permasalahan. Guru perlu melakukan peninjauan ulang terhadap rancangan pemetaan KD dan indikator agar diperoleh indikator yang benar-benar dapat menjadi penanda bagi pencapaian KD tertentu.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 8, Sesi ke 2, Tanggal : 2 Februari 2012Kajian Materi Matematika (Kajian Gradien dan Persamaan Garis pada Soal Ujian Nasional)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Soal-soal ujian nasional yang sebagian besar adalah soal membutuhkan penyelesaian tidak sederhana, sesungguhnya dapat diselesaikan dengan cepat dengan menggunakan trik tertentu. Trik yang dimaksud adalah meninjau atau menelaah soal menggunakan konsep tertentu yang dapat mengarahkan pada kemudahan penyelesaiannya. Seperti soal UN untuk materi gradien dan persamaan garis lurus. Soal-soal materi tersebut dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan ringkasan-ringkasan rumus atau konsep terkait dengan gradien dan persamaan garis lurus.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengajarkan trik-trik penyelesaian soal materi tersebut atau materi lainnya kepada siswa sebagai bahan pembelajaran mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Tidak ada permasalahan yang berarti, namun demikian dengan terbatasnya waktu, maka terbatas pula pembahasan soal-soal dengan trik-trik tersebut.

4.

Solusi permasalahan. Melakukan pengkajian secara mandiri di rumah atau disekolah untuk soal-soal materi sama dengan soal lainnya atau materi lainnya dengan trik-trik yang serupa.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 9, Sesi ke 1, Tanggal : 9 Februari 2012Pengembangan Bank Soal Ujian

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Perancangan Bank Soal bukan pekerjaan yang mudah, karena harus menghasilkan rancangan soal ujian yang memenuhi kriteria dan kaidah penulisan soal. Menghasilkan soal yang baik digunakan dalam penilaian ujian membutuhkan waktu lama, karrena harus menghasilkan soal yang memiliki daya pembeda dan tingkat kesulitan yang memadai sesuai dengan alokasi waktu yang digunakan. Soal yang valid dan reliabel menjadi acuan penyusunan soal. Sehingga perlu melakuka pengujian hasil rancangan bank soal.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Terus melakukan dan mengoleksi bahan-bahan ujian berdasarkan standar kompetensi lulusan dengan menggunakan berbagai referensi yang ada.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Rumusan butir soal matematika relatiflebih sulit dirancang dengan menggnakan perangkat komputer (IT), karena banyak karakter matematika perlu diketikkan dan membutuhkan kemahiran dan kelincahan tertentu.

4.

Solusi permasalahan. Rancangan bank soal dibuat degan tulisan tangan langsung pada format yang disediakan, baru kemudian diketik atau dikerjakan secara hari-hati menggunakan perangkat IT.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  9, Sesi ke 2, Tanggal : 9 Februari 2012Kajian Materi Matematika (Merumuskan Kompetensi  Matematika Siswa Berdasarkan Materi)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Perumusan kompetensi peserta didik berkaitan dengan materi pelajaran membutuhkan kecermatan tersendiri. Rumusan kompetensi dalam indikator pencapaian kompetensi dasar, rumusan kompetensi pada indikator soal, rumusan kompetensi pada kegiatan pembelajaran merupakan kompetensi yang perlu dilakukan dan dicapai peserta didik selama dan sesudah proses belajar.Kejelasan rumusan akan memudahkan dalam menyusun perangkat penilaian pencapaian kompetensi tersebut dengan sistem penilaian tertentu.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengkaji, menelaah, dan merevisi rumusan kompensi pada semua tingkatan indikator agar diperoleh kemudahan dalam menyusun perangkat penilaiannya.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Keterbatasan waktu dalam melakukan telah terhadap rumusan indikator sehingga menyebabkan kegiatan belum tuntas.

4.

Solusi permasalahan. Melakukan penelaahan, koreksi, revisi secara mandiri untuk menghasilkan rumusan kompetensi yang perasional dan memudahkan dalam melakukan pengukurannya.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  10, Tanggal : 16 Februari 2012Kajian Kritis dan Karya Tulis Ilmiah

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi  Mendapatkan pemahaman bahwa karya tulis ilmiah pengembangan profesi guru dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain penelitian ilmiah, kajian teori non penelitian yang membahas upaya pemecahan masalah secara teoritis melalui kajian metodologi pembelajaran atau hasil-hasil penelitian yang relevan, Kajian materi matematika yang menghasilkan rumusan sajian materi yang memiliki tingkat kecukupan dan keluasan yang memadai dan bermanfaat bagi pengembangan materi matematika.Bahwa karya ilmiah yang sering ditolak dalam usulan kenaikan pangkat ke IV/b dan di atasnya karena tidak memenuhi salah satu atau beberapa kriteria APIK, yaitu Autentik, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Berusaha terus meningkatkan komitmen  diri untuk melakukan inovasi pembelajaran sebagai model pengembangan profesi dalam kajian penelitian atau melakukan kajian masalah dengan sudut pandang teoritis sehingga menghasilkan artikel ilmiah.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Kajian dan pembahasan masih sebatas pada tataran teoritis dan belum mengena pada salah satu jenis KTI tertentu, sehingga belum ada pengalaman yang berarti berkaitan dengan KTI. Pemahaman yes, ketrampilan masih no(t) yet.

4.

Solusi permasalahan. Belajar secara nyata secara mandiri melakukan penelitian atau melakukan kajian masalah secara teoritis, atau kajian materi matematika sebagai artkel ilmiah.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  11, Sesi ke 1, Tanggal : 23 Februari 2012Pengembangan Bahan Ajar (LKS)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Untuk menghasilkan rancangan bahan ajar LKS, seorang guru perlu memahami betul kegiatan dan aktivitas apa saja yang perlu dilakukan seorang ssiwa dalam mengonstruksi pengetahuan, pemahaman, dan pengalamannya sehingga menjadikan pelajaran sebagai pengetahuan yang bermakna dibenaknya. Sehingga kontruksi itu akan memudahkan guru dalam menuangkan materi pelajaran matematika dalam format tertentu dalam bentuk yang belum final, sehingga memungkinkan siswa banyak melakukan sendiri aktivitas belajarnya, dan bukan dari penjelasan semata leh guru. LKS perlu dirancang dengan memenuhi kualitas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Merancang bahan ajar LKS sesuai dengan kebutuhan pembelajran di kelas sesuai materi tertentu.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Kegiatan perancangan tidak dapat berjalan cepat, karena menggali ide awal dan seterusnya hingga menjadi sajian materi format LKS tidak mudah dilakukan.

4.

Solusi permasalahan. Melanjutkan perancangan LKS secara mandiri menggunakan sumber-sumber beajar yang ada, seperti buku teks, ensiklopedia matematika, dsb.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  11, Sesi ke 2, Tanggal : 23 Februari 2012Kajian Materi Matematika (Pembahasan Soal UN Materi Perbandingan Berbalik Nilai)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Soal UN materi perbandingan berbalik nilai disusun dengan model-model yang beragam, sesuai dengan tingkat kesukaran yang diinginkan. Penyelesaiannya memerlukan strategi-strategi tertentu yang memberikan kemudahan dan kebermaknaan pemecahan masalah. Seperti strategi pembuatan tabel, strategi induktif, strategi pemecahan tujuan, strategi coba-coba, dsb.Menuntaskan pemecahan soal materi Perbandingan terbalik, maka pendekatan pemecahan masalah sangat memungkinkan digunakan, sehingga  menghasilkan hasil pemecahan yang tepat.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengoleksi soal-soal UN materi perbandingan terbalik dan mengkaji pembahasannya di kelas untuk menyiapkan siswa menghadapi ujian.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Banyaknya pendapat peserta kegiatan pada pembahasan soal, mengakibatkan sedikit soal yang sempat dibahas pada kesempatan tersebut.

4.

Solusi permasalahan. Melakukan kajian pembahasan lebih lanjut secara mandiri di sekolah bersama guru matematika lainnya.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 12, Sesi ke 1, Tanggal : 1 Maret 2012Pengembangan Media dan Alat Peraga Matematika

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Pembelajaran yang menarik apabila didukung dengan media dan alat peraga yang baik yang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. Hadirnya media atau alat peraga akan menambah daya tarik dan minat belajar siswa. Melalui kesempatan ini, guru-guru senang memperagakan penggunaan alat peraga, seperti lingkaran bilangan pecahan untuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, perkalian bilangan menggunakan kotak napier, operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan kartu berwarna, menggunakan konsep kesebangunan untuk memecahkan masalah dengan bantuan sinar lampu mainan (silam).

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mengembangkan lebih lanjut media dan alat peraga mateatika di sekolah dan mengunakannya dalam pembelajaran di kelas.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Guru baru sebatas mendapatkan contoh media dan alat peraga, dan belum sempat melakukan sesuatu yang menghasilkan media dan alat peraga.

4.

Solusi permasalahan. Untuk meningkatkan kreatifitas dalam bidang pendukung pembelajaran, guru perlu melakukan secara mandiri dan berkelanjutan sehingga menghasilkan produk yang nyata.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 12, Sesi ke 2, Tanggal : 1 Maret 2012Kajian Materi Matematika (Persamaan Garis Lurus dan Visualisasinya untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Siswa akan lebih berminat dalam belajar matematika apabila didukung oleh media yang dapat menarik siswa dan menambah keyakinannya untuk menghasilkan pemahaman yang mantap bagi siswa. Visualisasi gairis lurus pada bidang kartesius dapat diperagakan dalam bentuk visual menggunakan aplikasi office MS Excel. Dengan pengaturan tertent dapat diperlihatkan kepada siswa untuk variasi-variasi gradien dan konstanta tertentu.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Terus merancang dan berlatih memvisualisasikan garis-garis lurus dengan berbagai kondisi secara mandiri di sekolah dan menularkannya kepada guru matematika lainya, dan bila ada kesempatan memvisualisasikan di depan kelas.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Waktu yang terbatas kurang mendukung pengayaan latihan peserta, sehingga sedikit persamaan garis yang sempat divisualisasikan.

4.

Solusi permasalahan. Terus belajar dan mengulangi pengalaman yang sama untuk persamaan-persamaan garis lainnya dengan berbagai kondisi.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  13, Sesi ke 1 Tanggal : 8 Maret 2012Pengembangan Bahan Ajar Berbasis IT (Penggunaan Perangkat  IT untuk menghasilkan ragam Bahan Ajar)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Bahan ajar yang bermacam-macam itu sesungguhnya tidak sulit dibuat menggumakan perangkat IT oleh guru matematika, yang penting familiar dengan dengan perangkat IT dan program aplikasi tertentu, minimal office.Berhasil mencoba membuat rancangan dan menampilkan berbagai bentuk bahan ajar, seperti Brosur, Leaflet, Buku siswa, Modul, hand out, LKS.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Menyempurnakan rancangan bahan ajar yang sudah dihasilkan dan mencoba mempublikasikan pada media online, blog tertentu.Menyusun bahan ajar sesuai kebutuhan materi pelajaran, yang dapat membantu proses pelaksanaan pembelajaran.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Merancang bahan ajar langsung menggunakan perangkat IT memang bagus, karena tidak kerja ulang, tetapi perlu didukung  dengan kemampuan guru pada segi materi pelajaran dan segi penggunaan perangkat.

4.

Solusi permasalahan. Telaten bekerja di depan komputer untuk menghasilkan bahan ajar yang beragam untuk materi-materi matematika tertentu.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  13, Sesi ke 2, Tanggal : 8 Maret 2012Kajian Materi Matematika (Model-model Sajian Materi Matematika yg Praktis)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Penyajian materi dalam kelas sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Sajian dapat berupa model induktif, model deduktif, atau model transduktif. Semua model tersebut perlu dilakukan guru untuk menyukseskan pembelajarannya, dengan tetap memperhatikan ke-enjoy-an siswa dalam menuntaskan tugas-tugas belajarnya.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Merancang dan menyajikan materi dalam berbagai format bahan ajar yang memudahkan siswa menyerap pengetahuan matematika.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Keterbatasan waktu dalam melakukan kajian atau pembahasan secara mandiri di kelas. Sehingga beberapa peserta tidak menuntaskan tugas latihan penyusunan/ penyajian materi matematika

4.

Solusi permasalahan. Mendalami secara mandiri materi yang pelajari dengan sumber-sumber yang relevan

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 14 , Tanggal : 15 Maret 2012Open Class dan Pengumpulan Data

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Memiliki pengalaman melakukan pengamatan terhadap guru model yang praktik melaksanakan tindakan. Karena pengamatan/observasi guru mengajar di kelas tidak mudah dilakukan. Banyak asumsi-asumsi yang masih tetap digunakan.Mendapatkan hal-hal yang sangat berharga dari guru model yang melaksanakan praktik pelaksanaan tindakan, yaitu selalu menimbulkan energi belajar bagi siswa dengan gaya keceriaannya, dan kemampuan membuat penyegaran kelas.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mencoba melakukan open class di sekolah bersama guru-guru sejenis untuk membangun pengalaman dalam kolaborasi pembelajaran, baik untuk PTK atau lesson study.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Instrumen pengamatan terlalu sempit, sehingga untuk mendapatkan rekaman pengamatan yang banyak kurang leluasa dalam menuangkannya dalam format yang digunakan.

4.

Solusi permasalahan. Menuliskan hasil-hasil pengamatan pada lembaran bebas dan kemudian diringkas untuk dituangkan dalam format pengamatan yang disediakan.Apabila melakukan proses open class lagi, menyediakan format amatan yang cukup untuk menuliskan rekaman pengamatan langsung.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke 15, Sesi ke 1, Tanggal : 22 Maret 2012Analisis, Interpretasi Data, dan Refleksi Pelaksanaan Tindakan

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Melakukan analisis dan interpretasi data merupakan kegiatan pokok dalam sebuah tahapan penelitian. Analisis dan interpretasi dilakukan untuk memberikan deskripsi dan makna terhadap variabel yang diteliti, sehingga dapat digunakan sebagai bahan rujukan memberikan jawaban rumusan masalah. Analisis data kuantitatif bagi guru matematika tidaklah sulit, tetapi analisis data kualitatif perlu berlatih lebih intensif, karena banyak informasi berupa kata-kata dan kalimat perlu diolah hingga diperoleh abstraksinya.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Berlatih melakukan analisis dan interpretasi data menggunakan data pribadi yang telah dikumpulkan dari pelaksanaan open class yang dilaksanakan secara mandiri bersama kolaboran di sekolah.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Belum banyak data yang digunakan sebagai bahan latihan analisis data kualitatif, sehingga pengalaman menganalisis data masih kurang.

4.

Solusi permasalahan. Melakukan analisis data kualitatif secara mandiri yang lebih banyak lagi.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  15, Sesi ke 2, Tanggal : 22 Maret 2012Kajian Materi Matematika (Pengembangan Materi Matematika sebagai Bentuk KTI)

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Kajian materi matematika penting dilakukan bagi guru untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan pada bidang ilmunya, sehingga menghasilkan sebuah konsep materi matematika yang memiliki kedalaman, keluasan, kecukupan, dan relevansi dengan metodologi pembelajaran tertentu.

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Mencari sumber, mengoleksi materi, dan melakukan kajian materi matematika untuk menghasilkan karya tulis ilmiah dalam bentuk artikel ilmiah dengan muatan materi matematika.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Latihan melakukan pengkajian tidak semudah yang dibayangkan, karena perlu memperhatikan tujuan dari pada kajian yang dilakukan, artinya orientasi kajian materi matematika tertentu perlu memperhatikan kesesuaian karakteristik materi.

4.

Solusi permasalahan. Mendalami materi matematika dari berbagai sumber, dan mengaanalisisnya untuk membuat rangkuman dan pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan pembelajarannya.

No

Pertemuan Program BERMUTU

Keterangan/Diskripsi

Pertemuan/Tanggal :Topik/Judul Materi  : Inservice/Onservice ke  16, Tanggal : 29 Maret 2012Penyusunan Laporan Individu dan Kelompok

1.

Pengalaman berharga dari pembahasan/ pengembangan  Materi Laporan kegiatan terdiri dari laporan kelompok kerja dan laporan individu peserta kegiatan. Laporan individu adalah kompilasi tagihan individu yang terdiri dari 4 (empat)  komponen, yaitu Silabus, RPP, Jurnal Belajar Peserta, ketiganya wajib, dan Karya Tulis Ilmiah (yang bersifat pilihan).

2.

Rencana Diseminasi/ Implementasi Materi Yang Diperoleh Menyempurnakan dan menyelesaikan laporan individu sesuai denga petunjuk yang ada, baik sampul maupun tatanan isinya.

3.

Permasalahan yang dihadapi ketika dalam pembelajaran Bahan-bahan laporan individual belum seluruhnya siap dikompilasi menjadi tagihan individu, melainkan sebagian masih dalam proses penyelesaian yang membutuhkan waktu.

4.

Solusi permasalahan. Segera menyelesaikan masing-masing tagihan dengan menggunakan waktu yang ada, berkonsultasi dengan pengurus mengenai penyelesaian laporan ini.