Membangun Kompetensi PTK Berbasis Kinerja

BAGAIMANA MELAKUKAN EVALUASI MANDIRI?


Salah satu bab dari muatan laporan utama Laporan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban pengelolaan dana bantuan langsung (DBL) program BERMUTU adalah menyajikan Rangkuman Hhasil Evaluasi Mandiri. Bab ini pada bagian bab IV, yang sering membuat kebingungan para penyusun laporan.

Evaluasi mandiri merupakan satu model evaluasi atau refleksi yang dilakukan secara mandiri oleh internal pengurus atau anggota MGMP. Sebagai upaya refleksi dan evaluasi tentunya harus memiliki kejelasan aspek yang dievaluasi dan direfleksi. Berdasarkan pada pemahaman terhadap pedoman pengelolaan DBL yang terakhir, bahwa evaluasi mandiri ini dilakukan terhadap beberapa aspek, antara lain (1) Management Kegiatan, (2) Keterlaksanaan kegiatan, (3) Ketersediaan dan penggunaan sarana dan prasarana kegiatan, (4) monitoring dan evaluasi, dan bisa ditambahkan (5) Efektivitas kegiatan, yang dilihat dari pencapaian kuantitas dan kualitas produk kegiatan peserta (tagihan) yang terkumpul.

Semua aspek membutuhkan isntrumen khusus yang dapat digunakan oleh pengurus atau anggota MGMP secara  samppling atau keseluruhan. Instrumen perlu disiapkan oleh pengurus dan digandakan, dan didistribusikan untuk diisi. Berdasarkan isian-isian instrumen tersebut, maka dengan pendekatan kuantitas atau kualitas dan dideksripsikan rangumannya sebagai Rangkuman Hasil Evaluasi Mandiri.

Bagi teman-teman pengurus MGMP yang sementara menyelesaikan laporan pertangungjawaban pelaksanaan dan pengelolaan keuangan DBL program BERMUTU, berikut kami lampirkan salah satu model instrumen yang dapat dimanfaatkan pada masing-masing kelompok kerja. Semoga dapat didownload, jika perlu ada penyesuaian silahkan lakukan sesuai kebutuhan masing-masing.

FORM EVALUASI MANDIRI MGMP (MODEL 1)

INSTRUMEN EVALUASI MANDIRI (MODEL 2)

Semoga bermanfaat.

PTK, Karir, Yes … ! Keprofesionalan, OK…! Kinerja …?


Dalam rangka memfasilitas program pengembangan karir PTK Dikdas, maka diluncurkan program Pengembangan Karir PTK Dikdas berbasis MGMP, oleh P2TK Dikdas Kemdikbud. Program ini sudah berjalan selama 1 tahun yang lalu, dan tahun 2013 ini memasuki tahun kedua. Sasaran utama program ini adalah pencapaian kompetensi guru dalam menghasilkan karya pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB), yang muatan utamanya adalah (1) Pengembangan Diri, (2) Publikasi Ilmiah dan Karya Inovasi.

PKB merupakan satu kewajiban mutlak bagi guru di era kinerja ini. Berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi No 16 tahun 2009, berimplikasi pada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari lagi oleh guru yang berharap kesejahtraannya tidak mengalami stagnasi pada suatu kepangkatan tertentu. Namun sayang, hingga tulisan ini saya buat belum ada tanda-tanda kesiapan sistem itu berjalan pada level daerah.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain sosialisasi PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU), SOSIALISASI PKB, PELATIHAN CALON ASSESSOR PK GURU, PELATIHAN TRAINNER PK GURU, WORKSHOP GURU BERBASIS MGMP dalam model BERMUTU, dst. Kesiapan memasuki era baru berlakunya peraturan menteri tersebut belum ada kejelasan bagaimana mekanismenya. Sementara waktu efektif berlakunya peraturan menteri sudah berjalan sejak awal tahun pelajaran 2012/2013 alias sudah satu tahun berlalu. Seyogyanya daerah melalui dinas pendidikan segera melakukan persiapan sistem dan mekanisme yang jelas sehingga ada kepastian para guru dalam mengantisiasi pengembangan karirnya. Kejelasan itu diperlukan agar segala upaya yang telah diupayakan sejak lama mendapatkan respon positif bagi semua guru di lapangan. Sehingga, upaya-upaya yang ditempuh pada sisi guru, utamanya dalam penyiapan membangun wawasan dan kompetensi guru memasuki era ini mendapatan sambutan yang serius. Guru harus mau dan mampu mempersiapkan diri memasuki era kinerja dengan basis PKG dan PKB.

Melalui program pengembangan karir PTK Dikdas sejak tahun 2012, maka diharapkan mampu memfasilitasi masa transisi antara berakhirnya program pengembangan guru model BERMUTU dengan dana bantuan langsung untuk memasuki era kemandirian daerah. Program pengembangan karir PTK Didkas dengan dana sebesar Rp 28 Juta diperuntukkan bagi penyiapan sistem pengembangan karir guru berbasis PKG dan PKB. Diharapkan guru mampu menghasilkan karya tulis yang memenuhi penilaian karya publikasi dan karya inovasi dalam wadah kegiatan yang berbasis pengembangan diri. Dengan demikian, dua point dapat diperoleh guru dalam sekali mengikuti kegiatan MGMP pragram ini. Dua point itu adalah (1) PENGEMBANGAN DIRI dan (2) KARYA PUBLIKASI ILMIAH & KARYA INOVASI.

Melalui program ini, apabila guru mampu mengikuti dengan baik maka akan menghasilkan angka kredit 2 hingga10 kredit. Banyak bukan? Kenapa bisa mendapatkan 2 hingga 10 kredit? Pengembangan diri dengan beban belajar dalam pelatihan di atas 81 jam mendapatkan point 2, laporan hasil penelitian mendapatkan 4 point, artikel hasil ilmiah mendapatkan point (1 s.d. 3) bergantung tingkatan publikasinya, publikasi artikel ilmiah non penelitian mendapatkan point 1. Tetapi sayang, belum banyak guru yang tertarik dengan program seperti ini. Tertarik hanya sebatas tertarik, tetapi ketika dilihat dari banyaknya tagihan yang mampu dihasilkan ketika mengikuti kegiatan pada tahun pertama, belum semuanya mampu menghasilkan. Kalaupun mampu menghasilkan, belum semua memenuhi kriteria yang layak mendapatkan nilai di atas.

Hal tersebut di atas memberikan gambaran bahwa program ini masih membutuhkan waktu yang panjang dan terus menerus agar guru-guru mampu menghasilkan karya-karya tersebut. Butuh kesabaran, ketekunan, kerja keras, semangat, dan rela berkorban tenaga, pikiran, waktu, material sehingga guru mampu menghasilkannya. Belajar perlu kontinyuitas dan didukung dengan sistem aturan yang jelas dan ketat. Kalau tidak, maka semua upaya akan sia-sia belaka. Pengorbanan uang pemerintah sebesar apapun tidak akan ada artinya, karena faktor ketidakjelasan atau lemahnya sistem.  Harapan yang perlu kita tunggu kepastiannya adalah jelasnya sistem, mekanisme, aturan, kriteria sehingga dapat menjadi penguat bagi program pengembangan karir PTK.

Mendukung program tersebut, maka setiap MGMP dan KKG dianjurkan mengajukan proposal kegiatan pengembangan karir PTK  dikdas dengan dana bantuan block grant dari P2TK Dikdas Kemdikbud. Sebagai ancer-ancer penggunaan alokasi dana bantuan sebesar Rp 28 Juta, yang terbagi dalam 5 komponen, aitu (1) pesiapan, (2) pelaksanaan, (3) pengendalian, (4) pelaporan, (5) publikasi, maka berikut kami lampirkan contoh analisis biaya dalam  format Rencana  Anggaran BIaya (RAB), yang dapat menjadi pedoman bagi para pengurus MGMP dan KKG yang mengajukan proposal.

Contoh RAB program Pengembangan Karir PTK DIkdas 2013 bagi MGMP:

RAB PPK PTK DIKDAS 2013

Lebih lanjut bagaimana memahami bagaimana penyusunan proposal yang sesuai kriteria yang dpersyaratkan, berikut kami lampirkan juga panduan penyusunan proposal, yang dapat didownload.

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENGEMBANGAN KARIR PTK) (edited 18 JUNI 2013)

Ingat batas akhir pengiriman proposal adalah tanggal 31 Juli 2013 cap pos.

Majulah MGMP ku, majulah guruku, majulah pendidikan kita, majulah INdonesia ….

Pengkajian Hasil MGMP Bermutu 2012-2013


Program BERMUTU yang diluncurkan sejak tahun 2009/2010, kini  sudah memasuki akhir program. Tiga tahun pertama (tahap satu) berakhir pada 2011/2012. Sementara Tiga tahun kedua (tahap kedua) mulai 2010/2011 hingga 2012/2013.  Konsep program BERMUTU yang ingin menjangkau ranah yang luar biasa pada diri para tenaga pendidik (guru) tidak mudah dicapai. Pada  perkembangannya mengalami beberapa perubahan sasaran dan target kegiatan. Yang demikian cukup membuat kebingungan bagi para mitra program BERMUTU pada tingkat bawah sebagai ujung terdepan yang menjadi striker yang bertugas memasukkan GOAL ke GAWANG BERMUTU sebanyak-banyaknya. Efek kebingungan itu tidak hanya dirasakan oleh para pengelola pada tingkat kelompok kerja, terlebih dari itu berdampak pula pada para guru peserta. Ini berarti menggambarkan bahwa pada tingkat pusat dan semua jajaran vertikal juga mengalami perubahan. Satu dalih yang selalu digunakan untuk memberikan rasa tenang adalah ungkapan-ungkapan “INILAH ESENSI PERUBAHAN”, maka ketentuan yang terakhir kali dihasilkan ituLah yang harus diikuti. Dampak dari semua itu adalah hilangnya titik-titik sudut, sisi-sisi bangun BERMUTU yang diimpikan para pemikir tingkat pusat. Pada tingkat bawah bentuk ideal yang diimpikan itu semakin tidak jelas. Kalau sudah demikian, siapa yang mesti disalahkan? apakah terus mencari pihak yang menjadi kambing hitam. Tentu tidak, semua pihak harus memaklumi. bahwa memahamkan orang banyak itu tidaklah mudah, karena banyak variabel yang menjadi penentu dan tidak semuanya mampu dikontrol dengan ketat.

Alhamdulillah sampai dengan memasuki awal program kegiatan tahun ketiga (tahap pertama) telah dihasilkan ketentuan yang final, dan dapat menjadi pedoman yang jelas bagi para pengelola kelompok kerja guru (KKG dan MGMP) dalam menentukan arah pelaksanaan kegiatan, dan dapat memberikan kejelasan kepada semua peserta dalam mencapai tujuan proses kegiatannya.

Perubahan terakhir tersebut diikuti hingga akhir tahun ketiga bagi tahap kedua, yakni ketentuan TAGIHAN KEGIATAN BERMUTU, yang diklasifikasikan dalam dua kategori tagihan, yaitu tagihan kelompok kerja dan tagihan yang bersifat individu. Tagihan kelompok kerja meliputi: (1) Jurnal kelompok kerja, (2) Bank Soal, (3) Peta Guru, (4) Rapor Guru. Sementara tagihan individual peserta meliputi: (1) Silabus, (2) RPP, (3) Karya Tulis Ilmiah, (4) Jurnal Belajar.

Berdasarkan klasifikasi di atas, sebenarnya yang semata-mata menjadi tanggung jawab kelompok kerja adalah hanya , satu, yaitu jurnal kelompok kerja. Sementara lainnya harus diupayakan oleh individu-individu peserta secara kolektif atau secara mandiri. Apakah jelasnya pengkategorian taghan peserta tersebut emberikan jaminan tidak hilangnya bentuk BERMUTU sebagaimana konsep yang diimpikan? Belum tentu. MAsih banyak variabel yang tidak atau kurang terkontrol, utamanya oleh pengelola tingkat MGMP.

Melihat bagaimana bentuk akhir BERMUTU yang dihasilkan oleh setiap kelompok kerja, dapat dilakukan dengan melihat hasil belajar peserta yang dihasilkan oleh setiap MGMP. Forum MGMP merupakan mitra BERMUTU yang memiliki kewajiban dalam salah satu programnya menampilkan peta hasil MGMP, yang digunakan sebagai UKURAN dan BENTUK AKHIR BERMUTU. Program tu adalah telaah/pengkajian/penilaian/validasi hasil MGMP.

Berdasarkan pemikiran pengkategorian karya peserta MGMP, maka diinterpretasikan bahwa kategori karya yang perlu mendapatkan penilaian/validasi ada empat, yaitu (1) Silabus, (2) RPP, (3) Karya Tulis Ilmiah, (4) Jurnal Belajar Peserta. Mamsing-masing menunjukkan pencapaian proses dan hasil belajar peserta selama dan sesudah proses kegiatan pada pertemuan rutin. Berikut adalah hasil validasi hasil MGMP yang dilakukan oleh Forum MGMP, khususnya hasil MGMP tahun ketiga (tahap kedua).

Kepada para pengelola MGMP, yang tagihan-tagihannya telah mendapatkan validasi oleh Forum MGMP, dapat memanfaatkannya sebagai bahan evaluasi mandiri yang tertuang pada BAB 4 laporan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, setiap kelompok kerja dengan mudah mendapatkan 3 (tiga) karya terbaik yang digunakan sebagai lampiran laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan. Yang penting bagi Forum MGMP adalah mampu memetakan hasil MGMP dan mendapatkan bahan untuk dimuat pada Buletin Forum MGMP.

Berikut adalah hasil-hasil proses validasi tersebut:

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INGGRIS 2 (Terbaru 3)

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INGGRIS 2 (Terbaru 2)

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INGGRIS 2  (Terbaru 1)

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INDONESIA 2 (Terbaru 1)

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INDONESIA 2 (Awal)

HASIL VALIDASI PRODUK MGMP 2012-2013 BAHASA INGGRIS 2 (Awal)

Sementara validasi hasil MGMP dari MGMP lainnya : Matematika, Biologi, Fisika belum dilakukan, karena masih dalam tahap pengumpulan dan tahap penyelesaian oleh masing-masing peserta.

Hasil-hasil tersebut masih bersifat sementara, karena validasi belum dilakukan terhadap semua hasil MGMP peserta. Salah satu faktornya karena tagihan belum terkumpul. Apabila validasi sudah dilakukan secara optimal, akan kami upload ulang, dan dapat dmanfaatkan lebih lanjut oleh masing-masing MGMP dan tentunya Forum MGMP.

SEBAGAI BAHAN UNTUK DIMUAT PADA BULETIN FORUM MGMP, MAKA DIHARAPKAN pengurus MGMP berkenan mengirimkan Foto  Copy (Hard Copy dan Soft Copy) dari karya-karya yang dinyatakan layak dipublikasikan, seperti pada daftar tersebut kepada Sekretariat Forum MGMP (Trisdyanto, M.Pd. , Mahdaniar, M.Pd. atau  Abd. Azis, M.Pd.) untuk dilakukan proceding lebih lanjut.

Melalui postingan ini pula kami lampirkan Rangkuman Notulen Koordinasi MGMP, yang dapat dimanfaatkan setiap MGMP sebagai bahan pelengkap laporannya, yang sudah mengutus perwakilannya pada koordinasi, yang dilaksanakan sebanyak dua kali. Silahkan didownload lampiran berikut:

PAPARAN NOTULENSI KOORDINASI I 2012-2013

RANGKUMAN NOTULENSI KOORDINASI II 2012-2013

Semoga bermanfaat bagi teman-teman pengelola MGMP Bermutu Kabupaten Pangkep. Kami masih menunggu terus perkembangan selanjutnya untuk menuntaskan kegiatan ini. Terima kasih.

Selain hal tersebut di atas, berikut kami lampirkan pula CONTOH RAB untuk pengajuan proposal kegiatan BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN KARIR PTK DIKDAS, semoga dapat membantu teman-teman pengurus MGMP atau KKG dalam menyusun proposal program dana bantuan BANGRIR PTK DIKDAS 2013 sebesar Rp 28.000.000,-

Contoh RAB BANGRIR PTK DIKDAS 2013 dapat dilihat/didownload melalui judul postingan yang sesuai.

Semoga bermanfaat.

Share Batu Akik di Pasar Pangkep Sulsel


Menjadi trend masa kini bagi semua kalangan adalah menggemari dan mengagumi kebesaran Ilahi melalui penciptaan-Nya yang secara alamiah berupa Batu. Sebagai ciptaan Tuhan, batu lazimnya dimanfaatkan manusia sebagai bahan bangunan, seperti batu gunung untuk pondasi, dibakar untuk bahan kapur,  digiling untuk bahan baku cat dsb. semua itu adalah manfaat-manfaat yang lazim  dan konvensional sekali. Tentunya tidak sebatas itu ciptaan Tuhan yang maha pencipta Alam ini. Hanya kita manusia yang biasa belum terbuka pikiran dan bayangan kita lantaran belum ada yang membukakannya.

Diantara sekian batu yang telah tercipta secara alamiah dan tersebar di permukaan bumi ini, ternyata di tanah air kita ini banyak sekali jenis batu alam yang ternyata bukan hanya untuk kepentingan konvensional, tetapi untuk kepentingan yang memenuhi unsur keindahan, kecantikan, kekaguman, kegemaran dan hiasan. Ini sebuah,  bentuk pemuliaan batu alam yang banyak macam dan ragamnya, yang semuanya disebut orang sebagai Batu Akik atau Batu Mulia. Sebenarnya sudah sejak lama tanda-tanda adanya keragaman dan keindahan batu alam itu ada. Baru sebagian kecil manusia yang memerhatikan sebagai hiasan dalam dirinya. Namun, sekitar satu tahun terakhir ini hingga sekarang dan mudah-mudahan seterusnya, batu alam, batu mulia, batu akik akan terus menjadi kegemaran, hobby, kekaguman, dan akan selalu menjadi bagian kehidupan dan penghidupan manusia.

Ini nama Batu Alam dari Bumi yang Membumi (Booming)

Adanya batu alam ternyata dapat timbul hubungan sosial baru dan akan berkembang terus apabila para penggemar, penggelut, penghobby, pengrajin terus memeliharanya, terus berinovasi menciptakan karya-karya baru yang terus semakin menarik peminat. Melalui batu alam hubungan sosial mudah dibangun satu dengan lainnya. Banyak pergeseran nilai untuk sementara diantara kalangan tertentu, yang semula pemberian hadiah berbasis pada materi (barang, uang, atau jasa), kini bergeser menjadi berbasis Batu-Batu (Batu Alam/Batu Akik).

Semua itu tentunya merupakan satu bentuk kekaguman kita manusia terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta, yang telah menciptakan bagian dari semua ciptaanNya yang berupa Batu-batu alam dengan berbagai motif, nama, keistimewaan baik secara fisis maupun yang meta fisis, yang berasal dari berbagai belahan bumi di tanah air kita. Yang utama bagi kita harus kita tanamkan adalah ini semua Ciptaan Tuhan dan kita mengaguminya dan terlebih mengagumi Pnciptanya agar menjadi bagian dari hidup dan penghidupan kita apapun model, modus, motif, dan gayanya.

Bagi para peminat, penggemar, penghobby, pemerhati, pengrajin, batu alam di tanah air, berikut saya share hasil observasi batu-batu yang dijual di beberapa stand penjual Batu Alam di kota Pangajene Kabupaten Pangkep, baik yang asli Pangkep maupun luar Pangkep bahkan luar Sulsel.

1. Jenis Batu Sisik Ular 1

Asal batu dari daerah yang bernama Mangguliling di salah satu kecamatan, yaitu kecamatan Ma’rang  Kabupaten Pangkep. Satu belahan batu seperti foto dengan harga sekitar Rp 25.000,-

Batu Sisik Ular Mangguliling

2. Jenis King Gesper

Harga satu belahan batu seperti gambar sekitar Rp 35.000,-

Batu King Gesper

3. Jenis Sisik Ular 2

Batu sisik ular  ini dengan motif bercak-bercak sisik ular yang lebih kecil dan cednerung merata. Harga satu belahan siap potong seperti dalam foto sekitar Rp 25.000,-

Batu Sisik Ular 2

Batu Sisik Ular 2

4. Jenis Batu Telur Puyuh

Batu telur puyuh bermotifkan batik seperti pada kulit telur puyuh ini berasal dari Mangguliling juga dengan harga satu belahan siap potong sekitar 20.000,-

Motif pada foto pertama cenderung seperti motif kulit telur puyuh dengan variasi bulatan  yang jelas berwarna hitam dan ada yang cenderung bukan bulatan dengan warna kemerah-merahan hati.

Motif pada foto kedua cenderung dengan ornamen alam berupa rerumputan atau motif kayu berwarna hitam.

Batu Telur Puyuh

Batu Telur Puyuh

Batu Telur Puyuh 2

Batu Telur Puyuh 2

5. Jenis Sisik Naga

Batu sisik naga ini terkenal berasal dari Kabupaten Enrekang sebuah kabupaten di Sulsel yang berada pada posisi di bawah Tana Toraja.  Ada dua jenis batu sisik naga berdasarkan sumber bebatuannya, yaitu Sisik Naga Gunung dan Sisik Naga Sungai. Keduanya memberikan motif yang unik ada persamaannya dan ada bedanya. Yang berasal dari gunung ada warna dasar coklat dan bisa kemerah-merahan dengan variasi motif hitam. Sementara yang berasal dari sungai dengan warna dasar kehitam-hitaman atau abu-abu tua.

Harga satu belahan siap potong seukuran seperti pada foto sekitar Rp 25.000,-

Batu Sisik Naga

Batu Sisik Naga

6. Jenis Benang Emas

Batu benang emas dalam foto ini berupa bongkahan dengan warna dasar hitam dan variasi serabut benang warna emas. Asal dari Mangguliling Pangkep. Bongkahan sebesar ini sekitar Rp 40.000 – 50.000,-

Batu Benang Emas

Batu Benang Emas

Batu Benang Emas

Batu Benang Emas

7. Jenis Badar Pancawarna

Batu Badar pancawarna berasal dari Soppeng. Harga satu belahan siap potong sekitar Rp 30.000,-

Batu Badar Panca Warna

Batu Badar Panca Warna

8. Jenis Arege

Batu Arege asal Kendari Sulawesi Tenggara dengan warna dasar putih dengan kombinasi motif berwarna hijau cerah dan kombinasi warna kuning orange muda (pastel). Harga satu potongan kecil seperti tampak dalam foto sekitar Rp 40.000,-

Batu AregeBatu Arege

9. Jenis Sojol

Batu Sojol asal Palu Sulawesi Tengah. Ada dua macam yang penulis ketahui tentang warna dasar batu ini, yaitu ada yang dasar merah dan dasar hijau.

Batu Pink Sojol

Batu Pink Sojol

10. Jenis ….

Foto-0014

11. Jenis ….

Foto-0015

12. Jenis ….

Foto-0016

13. Jenis ….

Foto-0017

14. Jenis ….

Foto-0018

15. Jenis ….

Foto-0019

16. Jenis ….

Foto-0020

Penilaian Kinerja Guru (PKG)


Penilaian Kinerja (PK) Guru merupakan satu sistem pembinaan karir guru yang dilakukan melalui modus penilaian kinerja, yang dilakukan secara terus menerus agar guru mampu mencapai tingkatan kinerjanya yang optimal.  PK Guru dilakukan bukan untuk mendapatkan nilai, tetapi yang sebenarnya adalah satu bentuk dorongan bagi insan pendidik agar tetap konsisten dengan profesi yang sudah menjadi pilihannya, yakni menjadi pendidik bangsa, guru bangsa agar terlahir dan tumbuh generasi terdidik dengan bekal keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, dan menjadi manusia yang beradab dengan segenap atribut sebagaimana dirumuskan dalam tujuan dan fungsi pendidikan nasional.

Kata kunci PKG guru adalah sebuah tuntutan konsistensi bagi guru terhadap profesinya agar tidak lalai ketika sudah mendapatkan sertifikat pendidik dan menerima tunjangan sertifikasi lantas bersantai ria yang penting jamnya sudah memenuhi beban minimal. Akan tetapi menjadi sebuah kewajiban bagi guru yang sudah menyandang status tersebut adalah terus memelihara dan meningkatkan profesionalitasnya dengan menunjukkan upaya kerja maksimal sebagai bentuk penghargaan balik atas apresiasi pemerintah terhadap status tersebut.

Ketika guru sudah menyandang profesi pendidik dengan sertifikat pendidik di tangannya dan terpenuhi beban minimal jam mengajar sebanyak 24 jam, ini belum bisa menjadi ukuran dan jaminan sebenarnya bahwa guru disebut memenuhi status profesionalnya. Masih banyak fakta menunjukkan bahwa status yang sudah diraih tersebut disikapi sebagian guru sebagai sebuah prestise dan menjadi kebanggaan, yang terkadang cenderung mengabaikan tuntutan profesional yang disandangnya. Penghargaan yang diterima memang menjadi hak setiap guru yang menerimanya untuk menggunakan sesuai kepentingan pribadinya. Tetapi ada harapan di dalamnya adalah sebuah pesan moral yang cenderung diabaikan kebanyakan guru, yakni tingkatkan profesimu dengan tunjangan-tunjangan tersebut.

Memenuhi harapan dan pesan moral pada penghargaan tersebut di atas, maka menjadi sebuah keharusan bagi insan pendidik untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan keprofesionalannya. Sebagai bentuk upaya mendorong dan membina guru agar tetap konsisten dengan profesinya, maka Penilaian Kinerja (PK) Guru perlu dilakukan secara berkala dan terus menerus. Melalui PKG maka akan selalu diperoleh kondisi obyektif  ukuran kinerja guru dalam kurun waktu satu semester, yaitu semester Genap tahun pelajaran berjalan (penilaian formatif) dan semester Ganjil tahun pelajaran berjalan (Penilaian Sumatif).

PKG menjadi penting dan harus dipentingkan oleh semua insan pendidik, utamanya yang berstatus sertificated. Sebuah kondisi yang tidak logis ketika seorang guru berkinerja rendah lantas mendapatkan status profesional yang ditunjang dengan tunjangan sertifikasi. Bila demikian adanya, Ini bagaikan seorang dokter yang tidak mampu mendiagnosa suatu penyakit dan pasti akan salah dalam memberikan treatment kepada pasiennya, dan tentunya akan berdampak buruk bagi si pasien, paling tidak akan terjadi malpraktek. Kalau ini terjadi pada guru, akan berdampak buruk juga bagi peserta didik. Bukankah ini berbahaya…? Maka dari itu pentingnya PKG dilaksanakan dengan wajar dan obyektif agar guru dapat melihat kondisi obyektif dirinya atas kinerjanya sehingga dapat menjadi refleksi diri untuk terus memperbaiki kinerjanya. Tidak ada alasan karena usia sudah tua, sudah mendekati pensiun, sudah berpangkat tinggi dan tidak perlu naik pangkat lagi lantas menyikapi prosesi PKG dengan negatif. Semua guru harus menyikapi prosesi ini dengan gembira, dengan suka cita, dengan semangat, dengan pro aktif agar harapan PKG benar-benar dapat dicapai, yakni tercapai tingkatan kinerja yang mencerminkan kemampuan aktual, yang dapat berdampak peningkatan layanan pendidikan bagi peserta didik, dan bagi guru akan mendapatkan penghargaan yang wajar.

Jadikan PKG sebagai moment yang baik dalam menata dan memperbaiki diri untuk mencapai standar kompetensi pendidik yang diharapkan dan meniti karir secara wajar dalam batas-batas waktu yang optimal tanpa harus memaksakan diri dengan menempuh jalan-jalan yang tidak dibenarkan menurut kaidah dan norma yang berlaku.

Untuk para asessor yang bertugas melaksanakan PKG bagi guru, selamat bekerja, mari kita abdikan tugas-tugas kita dengan penuh keikhlasan tanpa melanggar satupun prinsip-prinsip kebenaran, untuk masa depan bangsa yang lebih baik, generasi yang lebih baik, keadaan yang lebih baik. Kita laksanakan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan kita, mudah-mudahan senantiasa diberikan petunjuk dan kekuatan oleh-Nya untuk melaksanakan tugas berat ini. Jadikan ini adalah tampat dan waktu untuk menata diri, berbenah diri, menjadi contoh yang baik bagi sesama teman untuk sekarang dan masa mendatang.

Berikut kami lampirkan format Excel untuk melakukan dokumentasi skoring PKG untuk ke-14 butir kompetensi setelah melalui rangkaian pengumpulan data dan pencatatan fakta sebelum pengamatan, selama pengamatan, sesudah pengamatan, dan pemantauan kepada guru yang dinilai.

Format Aplikasi MS Excell PKG Formatif SMP Negeri 1 Bungoro

PKG BUNGORO 1 TH 2015 OK

Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih…. dan selamat ber PKG

 

Pelaporan Program Pendampingan K 13


Program pendampingan K 13 di Kabupaten Pangkep sudah berjalan sejak akhir September 2014 hingga awal Desember 2014. Program pendampingan yang dilaksanakan dengan basis Klaster ini melibatkan guru-guru pada sekolah-sekolah yang dikelompokkan dalam klaster-klaster, yang anggotanya sebanyak 5-7 sekolah tiap klaster, bergantung pada  kedekatan sekolah-sekolah itu dalam lingkup tertentu. Tiap klaster terdapat sekolah induk klaster yang dikoordinasikan oleh kepala sekolahnya membawahi sekolah-sekolah dalam lingkup klasaternya. Selain itu, mengoperasikan program pendampingan, kepala sekolah melibatkan para pendamping yang banyaknya 10 orang guru mata pelajaran termasuk guru BK.

Program pendampingan yang diharapkan sebagai program lanjutan pelatihan ini dengan sasarannya adalah tercapainya penguatan konsep dan prosedur implementasi K 13 bagi para guru sasaran, agar mampu mengembangkan K 13 di kelas dengan lebih baik. Pendampingan berjalan selama 5 tahapan, yaitu In Service 1, On Service 1, In Service 2, On Service 2, dan In Service 3. Di Kabupaten Pangkep, kelima tahapan ini dikemas dalam kegiatan yang membutuhkan durasi waktu 14 hari kegiatan pada tiap klaster, yakni 3 hari In-1, 3 hari On-1, 2 hari In-2, 3 hari On-2, dan 3 hari In-3.  Pada tingkat SMP, pendampingan berjalan pada 16 klaster, yang terdiri dari 9 klaster di daratan dan 7 klaster di kepulauan.  Melengkapi akhir kegiatan pendampingan ini, maka masing-masing pihak terkait membuat laporan pendampingannya. Kepala sekolah induk klaster membuat laporan pengelolaan keuangan/dana klaster, sementara guru pendamping membuat laporan pencapaian hasil-hasil proses pendampingannya.

Membuat laporan merupakan pekerjaan yang gampang-gampang tapi juga susah. Gampangnya adalah mengikuti model format laporan yang sudah jelas strukturnya. Tetapi, sulitnya adalah mengisi laporan, utamanya pada bagian proses pelaksanaan, pencapaian hasil-hasilnya, dekripsi hambatan, dan terakhir adalah simpulannya. Ada biasa dibuat narasi laporan oleh salah satu pihak, namun bagi pengguna lainnya perlu membacanya dengan baik dan mengubahnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan laporan yang dapat mencerminkan informasi progres atau hasil yang dicapai hingga pada simpulannya dan rekomendasinya. Untuk teman-teman yang membutuhkan model narasi laporan pendampingan tiap klaster, khususnya tim 2 pendamping SMP Kab. Pangkep, silahkan mendownload lampiran file berikut agar laporan tim 2 relatif lebih seragam dan sesuai dengan format kegiatan di Kabupaten Pangkep untuk masing-masing klasteer.

LAPORAN KLASTER BALOCCI

LAPORAN KLASTER BUNGORO

LAPORAN KLASTER TUPABBIRING

LAPORAN KLASTER TUPABBIRING UTARA

HALAMAN PEMBATAS TUPABBIRING UTARA

Silahkan teman-teman yang membutuhkan segera mendownload, silahkan dicermati baik-baik bagian-bagian yang ada dalam tiap strukturnya, lakukan penyesuaian seperlunya terhadap laporan yang sudah dibuat, print ulang segera dan ganti yang sudah dibuat. Kami tunggu segera dalam minggu ini, kalau bisa hari Kamis sudah distor kepada kami di SMPN 1 Bungoro pada jam kerja. Terima kasih, semoga bermanfaat dan mohon maaf atas keterlambatan layanan ini.

 

Program Pendampingan Kurikulum 2013


Pendampingan implementasi kurikulum 2013 sebagaimana dilaksanakan pada tahun 2013 juga dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Program ini merupakan tindak lanjut workshop/pelatihan kurikulum 2013 pada beberapa bulan lalu. Implementasi kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 diberlakukan bagi semua sekolah, khususnya jenjang SMP pada tingktan kelas 7 dan 8. Sebagai sebuah upaya pengembangan, pada tahap-tahap awal ini masih banyak perubahan-perubahan penyempurnaan atas konsep dan prosedur yang sebelumnya sudah dilaunching, dilatihkan, dan dilaksanakan pada masing-masing kelas mata pelajaran. Untuk mengetahui seperti apa dampak pelatihan pada praktek pembelajaran yang menggunakan kurikuum 2013, maka monitoring dan evaluasi yang dikemas dalam program pendampingan implementasi kurikulum 2013 ini perlu dilakukan untuk penyempurnaanya.

Program ini dilaksanakan oleh Tim Pendampingan yang terdiri dari 10 orang guru mata pelajaran termasuk guru BK dalam satuu tim. Secara teknis pendampingan dilaksanakan dengan tahapan-tahapan: pembekalan ulang atau refreshhing terhadap wawasan, pengetahuan, dan pemahaman guru sasaran, dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran dan penilaian, termasuk media atau alat peraganya, dan akhirnya pendampingan pada praktek pembelajaran di kelas melalui observasi langsung. Observasi dilaksanakn untuk mendapatkan informasi  keterlaksanaan implementasi kurikulum 2013.

Untuk itu, agar pelaksanaan pendampingan oleh satu tim terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, nyaman, tuntas, tidak terburu-buru, maka perlu pengaturan khusus. Berikut adalah pengaturan pelaksanaan program pendampingan, khususnya pada tahap Onservice 1 bagi Tim 2 Pendamping Kabupaten Pangkep. Melengkapi  program tersebut, Instrumen pendampingan juga disertakan pada link berikut.

  1. Pengaturan dan jadawal pendampingan Onservice 1 Tim 2: PENGATURAN JADWAL PENDAMPINGAN TIM2
  2. Instrumen Pendampingan Onservice : Instrumen Pendampingan 2014
  3. Format Biodata  Guru yang didampingi : BIODATA
  4. Daftar Pembagian Kluster SMP Kabupaten Pangkep : Data Cluster Pangkep OK
  5. Daftar Hadir Guru Peserta Pendampingan : DAFTAR HADIR GURU SASARAN
  6. Daftar Nama anggota Tim Pendamping (Tim 2) : DAFTAR NAMA TIM 2
  7. Program In Service 2 dan on Service 2 (Tim 2) : IN-ON SERVICE 2 TIM 2 (Jadwal dan Struktur Kegiatan)
  8. Contoh Form Penilaian Sikap (Teknik Observasi):

Kepada teman-teman anggota tim 2 silahkan download file-file di atas untuk memfasilitasi teman-teman guru di kelompok mata pelajaran  masing-masing. Setiap tim mapel menyiapkan form biodata bagi gurunya, termasuk instumen bagi tim mapelnya.

PELAPORAN HASIL PROGRAM PENDAMPINGAN

Sebagai bukti program pendampingan terlaksana bagi guru-guru sasaran dan oleh para anggota tim pendamping, maka setiap anggota tim pendamping harus menyusun laporan hasil pendampingannya. Laporan dalam dua klasifikasi laporan, yaitu offline dan online. Laporan offline dikerjakan sebagaimana biasanya laporan dibuat secara tertulis beserta data pendukungnya sebagai lampiran-lampiran. Laporan online berupa dokumen laporan yang bersifat softcopy beserta lampiran-lampirannya yang dikirimkan secara online.

CONTOH laporan-pendampingan 2013

Memudahkan pelaksanaan perekaman data authentik pada guru sasaran, berikut kami lampirkan format Instrumen dalam aplikasi Excel, yang dapat digunakan secara langsung pada saat observasi pandampingan. Selain itu memudahkan dalam penyusunan laporan offline dan online.

 

INSTRUMEN PENDAMPINGAN 2014 (Format Excel .xlsx)

DAFTAR HADIR PENDAMPINGAN IN-ON TIM 2 (revisi)

 

TENTANG PENILAIAN SIKAP

Melengkapi instrumen penilaian sikap, berikut contoh hasil rancangan instrumen penilaian sikap yang dilakukan dengan teknik Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman dan Penilaian Jurnal.

 

Semua instrumen penilaian sikap dirancang dengan pemikiran bahwa penilaian sikap merupakan upaya menentukan kualitas atas perilaku tertentu yang menunjukkan sikap tertentu setelah melalui proses pengamatan dalam kurun waktu tertentu.

Penilaian sikap teknik observasi dilakukan guru setelah melalui proses pengamatan selama kurun waktu tertentu, misalnya setelah 4 kali mengamati sikap tertentu yang didukung dengan butir-butir amatan perilaku pendukungnya, maka barulah guru memutuskan nilai sikap seorang siswa berdasarkan konsistensi penampilan sikap yang diamati tersebut.

Sementara penilaian sikap teknik lainnya, yaitu penilaian antar teman, penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik, dilakukan sebagai upaya adanya penilaian yang berfungsi sebagai cek dan recek atas penilaian yang diakukan oleh guru. Penilaian ini dilakukan tidak sesering yang dilakukan guru dengan teknik observasi, melainkan minimal satu kali dalam satu periode pembelajaran satu KD atau satu Bab.

Sementara Jurnal merupakan catatan kejadian luar biasa yang harus selalu dibawa dan digunakan guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran, yang digunakan tanpa memandang kategori sikap apapun yang ditunjukkan luar biasa itu oleh siswa. Tugas guru mencatat dengan segera secara kualitatif kejadian luar biasa yang dilakukan/ditunjukkan siswa dan kemudian guru melakukan klasifikasi atas catatan pada jurnal itu masuk dalam kategori sikap tertentu yang relevan. Bagaimana dengan siswa yang tidak tercatat dalam jurnal, artinya siswa yang sikap/perilakunya tidak luar biasa? Tentunya untuk siswa-siswa yang demikian dapat dikategorikan dalam kualitas normal/standar saja.

Penggunaan teknik penilaian yang banyaknya dimungkinkan maksimum 4 cara tersebut tidaklah harus kesemuanya digunakan untuk penilaian suatu sikap tertentu, melainkan minimal dua teknik. Namun demikian kombinasi penggunaan teknik penilaian apapun tetap diberlakukan bagi penilaian kesemua sikap yang perlu dinilai. Sehingga formula perolehan nilai sikap tertentu diperoleh dengan menghitung perolehan semuanya dengan perbandingan bobot nilai teknik observasi adalah 2 dan bobot teknik lainnya adalah 1. Hasil penilaian setiap sikap yang melibatkan teknik-teknik beragam menghasilkan nilai sikap tertentu dengan predikat tertentu. Nilai akhir sikap siswa atau semua sikap ditentukan berdasarkan kecenderungan (modus) perolehan predikat atas sikap-sikap yang dinilai. Dengan demikian perhitungan kuantitatif dilakukan sampai tahap perolehan nilai sikap tertentu dalam angka 1-4 atau predikatnya.

Apakah semua jenis sikap perlu dilakukan penilaiannya pada pembelajaran semua KD atau semua Bab? Tentunya kita berpikir bahwa pembelajaran sikap adalah pembelajaran yang tidak langsung, yaitu sebagai dampak pengiring akibat pengondisian proses-proses pembelajaran yang direkayasa guru. Yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkannya dan bukan menilainya. Namun demikian menilai masih tetap menjadi hal penting karena untuk mengetahuai pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, kesemua jenis sikap perlu dilakukan penilaiannya selama dalam kurun waktu satu semester, namun pelaksanaannya diserahkan guru bagaimana teknis pembagian pelaksanaannya sesuai  distribusi KD/Bab Materi termasuk distribusi teknik-teknik yang perlu digunakan dalam penilaian sikap tertentu.

Berikut contoh pemetaan rencana pelaksanaan penilaian sikap pada mapel Matematika kelas VIII:

PEMETAAN TEKNIK PENILAIAN SIKAP

 


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 370 pengikut lainnya.