Menjadi peserta OSN Guru tingkat nasional merupakan satu kesyukuran dan sekaligus kebanggaan tersendiri. Betapa tidak, terpilih sebagai salah satu dari 20 peringkat teratas secara nasional yang direkrut dari sebanyak sekitar 2500 guru peserta OSN di seluruh propinsi tentu menjadi harapan setiap guru yang mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi pada tingkat propinsi.
Secara konseptual, seleksi peserta sebenarnya perlu dilaksanakan mulai pada tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan pada  tingkat propinsi, dan akhirnya tingkat nasional. Pada tingkat kabupaten/kota seleksi dilakukan oleh panitia kabupaten/kota dengan dukungan sumber daya yang bersumber dari kabupaten/kota. Pada level ini tidak semua daerah mampu melaksanakan karrena faktor keterbatasan sumber daya masing-masing daerah. Ada daerah yang melaksanakan seleksi, tetapi banyak yang tidak. Konsekuensi bagi daerah yang tidak melaksanakan seleksi tingkat kabupaten/kota adalah mengirimkan guru utusannya dengan pertimbangan tertentu, misalnya menunjuk pengurus inti MGMP untuk bermusyawarah menentukan siapa wakilnya atau secara langsung pada oknum pengurus (ketua).
Pada level propinsi, seleksi peserta dilakukan oleh panitia tingkat propinsi dengan dukungan perangkat seleksi yang disusun dan diperiksa hasilnya oleh panitia tingkat pusat, dan dilaksanakan pada masing-masing ibu kota propinsi yang melibatkan  panitia dari jajaran dinas pendidikan propinsi.
Ajang bergengsi yang biasanya hanya diikuti oleh siswa-siswa kita kini dirancang juga untuk guru-guru. Biasanya guru-guru hanya sebagai  penonton atau pendamping siswanya yang mendapatkan kesempatan mengikuti OSN, dengan ini maka guru memperoleh  kesempatan yang sama namun dengan sistem yang berbeda. Pada tingkat kabupaten/kota ke tingkat propinsi dengan sistem quota, yakni satu guru untuk masing-masing mata pelajaran yang dilombakan, yaitu Matematika SMP, Fisika SMP, Matematika SMA, Fisika SMA, Kimia SMA. Pada tingkat propinsi menuju tingkat nasional dengan sistem quota nasional sebanyak 20 orang guru. Rupanya panitia belum siap menetapkan sistem rekrutmen peserta dengan sistem passing grade. Ada dua kemungkinan apabila sistem ini diterapkan, yakni kurangnya guru yang memenuhi target yang ditetapkan sehingga peserta kurang atau sebaliknya melebihi dari target yang diharapkan, sementara kemampuan panitia memyediakan fasilitas kegiatan terbatas.  Apapun sistemnya, yang penting patut disyukuri adalah apabila mendapatkan kesempatan sebagai wakil kabupaten/kota untuk suatu mata pelajaran tertentu dan lolos menuju tingkat nasional, sebagai finalis.
Pada tingkat nasional, semua finalis sebanyak 100 orang guru dari 5 (lima) mata pelajaran yang berasal dari berbagai daerah di tanah air berkumpul mengadu kemampuan sesuai bidang masing-masing pada aspek teori dan praktik.
Hari pertama lomba adalah lomba mata pelajaran pada Aspek teori,  yaitu memecahkan masalah sesuai bidang masing-masing, yaitu mengerjakan soal-soal tipe pemecahan masalah berupa  soal-soal uraian dan soal-soal pembuktian, atau soal lainnya, yang dikerjakan selama 4 x 60 menit (4 jam) dengan banyak soal bervariasi. Matematika sebanyak 4 butir soal, Fisika sebanyak 8 butir soal utama dan ditambah sub-sub pertanyaan, Kimia sebanyak 7 butir soal yang dikembangkan dalam beberapa sub butir pertanyaan soal.
Tahapan kedua adalah workshop pembelajaran sebagai lomba aspek praktik. Bagi guru matematika berupa Workshop persiapan pembelajaran pemecahan masalah dengan soal yang diundi, yakni mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa Presentasi Pembelajaran, RPP, LKS, dan Lembar Penilaian, dengan kriteria penilaian meliputi:
  1. Ketepatan SK dan KD atas masalah yang diberikan/didapat dalam undian
  2. Keakuratan pengetahuan prasyarat (prior knowledge)  sebagai jembatan menuju pemecahan masalah
  3. Ketepatan pemilihan pendekatan, dan lintasan belajar menuju pencapaian tujuan pembelajaran
  4. Kemudahan bagi peserta didik memahami sajian materi pembelajaran berbantuan komputer.
  5. Keruntutan penyelesaian masalah.
Pada bidang Fisika dan Kimia, Workshop diisi dengan ujian Eksperimen yang didukung oleh seperangkat peralatan yang disiapkan oleh panitia dan akhirnya dimiliki oleh masng-masing peserta termasuk Jas Lab bagi guru Kimia.
Setiap jenis lomba mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Matematika dengan kriteria serupa, selengkapnya dapat dibuka pada lampiran SOAL-SOAL OSN GURU NASIONAL TAHUN 2012.
Tahapan ketiga adalah lomba praktik pembelajaran, yakni menyajikan materi pemecahan masalah sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan pada kesempatan sebelumnya, yaitu workshop bagi Matematika dengan melakukan peer teaching dihadapan peserta lain dan para juri.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh juri masing-masing  mata pelajaran terhadap ketiga tahapan lomba, maka akan dipilih kategori-kategori pemenang, yang akan mendapatkan medali emas, medali perak, dan medali perunggu sesuai dengan peringkat total skor yang dikumpulkan dari ketiga tahapan kegiatan lomba. Pada setiap kategori mata pelajaran terpilih seorang mendapat medali emas, 2 orang mendali perak, dan 3 orang mendali perunggu. Selain itu, disiapkan penghargaan lain yang tidak termasuk dalam kategori di atas adalah dengan kriteria kesempurnaan menyelesaiakan suatu butir soal teori,  dan skor tertinggi (terbaik) dalam praktik penyiapan dan pelaksanaan pembelajaran pemecahan masalah  (the best performance teaching).
Atas jerih payah semua finalis yang telah berhasil mencapai tingkat nasional, yang tidak mendapatkan predikat apapun hingga mendapatkan medali emas, masing-masing mendapatkan penghargaan berupa uang tunai mulai Rp 4 juta  hingga Rp 15 juta, dipotong pajak. Sebuah penghargaan yang perlu disyukuri bagi teman-teman guru yang mendapatkan kesempatan emas sebagai finalis OSN Guru tingkat nasional yang baru berjalan selama 2 kali pada dua tahun terakhir sejak 2011.
Untuk teman-teman guru di seluruh tanah air, sekedar oleh-oleh mengikuti even tersebut, berikut kami share copy soal-soal eksperimen dan teori kelima mata pelajaran matematika dan fisika SMP, matematika, fisika, dan kimia SMA.
SOAL-SOAL OSNG TINGKAT SMP:
SOAL-SOAL OSNG TINGKAT SMA:
About these ads